“Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus .”
(Luk.14:28-29)
Allah memiliki kemampuan omnipresent “berada di mana – mana” tanpa dibatasi ruang dan waktu yang membuat Ia dapat menjangkau semua manusia tanpa terkecuali (Am.15:3). Kemampuan ini membuat Allah dapat merepresentasikan diri-Nya kepada semua orang percaya baik dalam mimpi, penglihatan, penginsyafan Roh Kudus dalam hati maupun melalui perantara lain seperti yang dialami oleh tokoh – tokoh dalam Perjanjian Lama.
Kisah yang terdapat dalam Luk.14:22-33 menceritakan bahwa Tuhan Yesus menyuruh murid – murid-Nya untuk mendahului-Nya ke seberang. Namun ketika mereka sudah berjarak beberapa mil, murid – murid-Nya mengalami situasi yang tidak mengenakkan karena angin begitu kencang dan ombak begitu dahsyat. Tuhan Yesus hadir ketika mereka mengalami situasi yang tidak mengenakkan itu. Namun respon yang ditampilkan oleh mereka adalah ketakutan karena menganggap apa yang mereka lihat adalah hantu.
Satu hal yang boleh kita ambil sebagai pelajaran dalam kisah ini adalah bahwa Tuhan Yesus yang adalah Allah dan yang memiliki kemampuan omnipresent dapat hadir bagi setiap kita dikala kita mengalami situasi tersulit sekalipun untuk menolong meredakan badai yang menimpa kehidupan kita (Luk.14:32). Ketika Allah menghadirkan diri-Nya bagi kita, maka Ia sedang hadir bersama dengan pertolongan dan damai sejahtera yang sudah Ia persiapkan bagi kita.
Kehadiran Allah tidak dapat dibatasi oleh pemikiran manusia yang terbatas. Ia dapat hadir untuk memberi pertobatan bagi kita yang sedang bergumul dalam dosa. Ia dapat hadir untuk memulihkan kita yang sedang sakit baik secara jasmani maupun rohani. Ia juga dapat hadir untuk memeluk kita ketika kita sedang sedih dan sendirian. Dan Ia juga dapat hadir untuk menjawab setiap seruan doa yang selama ini kita panjatkan kepada-Nya.
Tentu saja kehadiran Allah perlu diresponi dengan baik seperti Petrus meresponi kehadiran Tuhan Yesus. Kita dapat belajar dari Petrus yang memiliki iman yang berani walaupun sedang dalam situasi mustahil. Oleh karena itu marilah kita dapat meresponi kehadiran Allah dengan iman yang berani seperti Petrus agar Allah dapat menuntun kita dalam kemustahilan. Tuhan Yesus memberkati
(YG210824)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
- Mendoakan cabang, BPW, TPW Gereja Baptis Indonesia Kebayoran semakin bertumbuh.
- Berdoa untuk lansia yang masih setia datang untuk beribadah dan kiranya Tuhan Yesus memberikan kesehatan dan umur panjang bagi mereka dan keluarga.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera
- Berdoa pelayanan Bapak Nehamia dan jemaat untuk bisa melakukan Penginjilan Pribadi dan juga melalui program-program gereja yang ada.
- Berdoa untuk kebutuhan SDM Pengajar Sekolah Minggu.
- Doakan kegiatan di Cab. Alfa Omega, Gamhoku : Ibadah Doa, Kamis Ceria, KPW, KMBI, PBI, WBI.
