“Musa berkata: ”Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” .”(Keluaran 3:3)
Tuhan menyatakan dirinya secara unik: bertemu langsung, lewat mimpi, melalui perantara, dan lain-lain. Lantas bagaimana ketika Tuhan menunjukkan dirinya dengan memperlihatkan sebuah kejadian yang tidak masuk akal? Apakah yang terjadi dengan orang ditemui tersebut?
Musa adalah sosok yang unik, pemimpin bangsa Israel yang dipakai Allah secara luar biasa. Sebelum menjadi sosok pemimpin yang hebat, dia dipanggil oleh Allah dengan sebuah penglihatan: api yang keluar dari semak duri, tetapi tidak terbakar (Keluaran 3:2). Hal ini membuatnya menarikannya dan berkata: ”Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” (Keluaran 3:3). Dia diperlihatkan sebuah penglihatan yang hebat dan membuatnya bertanya bagaimana itu bisa terjadi?
Tentu saja hal ini hebat karena tidak masuk akal, bagaimana bisa sebuah semak duri tidak terbakar padahal ada api yang membakar. Sebagai seorang manusia biasa sangatlah wajar Musa heran dan merasa takjub atasnya. Hal ini luar biasa dan ketika Musa mendengar suara dari semak duri itu menjawablah dia: “Ya, ini aku.” Musa langsung mengetahui bahwa itu adalah Tuhan dari cara yang ajaib menunjukkan diri-Nya. Musa menghargai tempat itu sesuai perintah untuk menguduskan tanah tempat dia injak dengan tidak menggunakan alas kaki di sana. Bukan masalah hal apa yang dilakukan tetapi sikap Musa yang benar dalam menghadap Tuhanlah yang benar.
Orang percaya harus menunjukkan sikap dan penghargaan yang benar kepada Tuhan. Tuhan bersedia menemui melalui setiap penyataannya, tetapi ingatlah yang terpenting dari semuanya haruslah memiliki sikap yang benar dalam menghadap Allah. Sikap seperti Musa yang menghargai saat menghadap Tuhan dengan fokus dan mengikuti perintah-Nya. Orang percaya haruslah ketika beribadah (saat teduh, renungan malam, ibadah minggu dan ibadah-ibadah lain) menaruh sikap hormat kepada Tuhan dengan berfokus dengarkan perkataan Tuhan (jangan sambal main hp), berdoa dengan khusyuk (jangan mengganggu atau terganggu oleh yang lain) dan sikap-sikap lain yang menunjukkan penghargaan akan Tuhan.
Pembaca SRHI, bagaimana dengan saudara? Apakah sudah menaruh sikap yang benar dalam menghadap Tuhan? Firman Tuhan hari ini mengingatkan tentang memberikan sikap yang benar dihadapan Tuhan, sikap yang menghargai akan Tuhan dalam hidup Musa. Saudara harus menjadi Musa-musa selanjutnya yang sangat mengerti cara menghargai Tuhan. Ketika tahu ada dalam ibadah yang di mana Tuhan hadir di sana marilah fokus dan tidak main-main lagi. Mari memiliki sikap yang benar terhadap Tuhan. God bless .
(FR200824)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan kegiatan WBI dan PBI yang akan dilaksanakan secara onsite di gereja hari ini dapat berjalan dengan baik dan jemaat bisa hadir untuk mengikuti persekutuan.
- Berdoa untuk para pelayan Tuhan di Ibadah Doa Rabu besok, kiranya bisa mempersiapkan dengan baik dan jemaat juga bisa menikmati berkat Firman Tuhan.
- Doakan keamanan dan ketertiban setiap wilayah NKRI menjelang Pemilihan Kepala Daerah.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur kegiatan gereja sudah berjalan dengan baik.
- Berdoa agar para orang tua mendukung anak anak datang ke Sekolah Minggu.
- Doakan para pengajar Sekolqh Minggu tetap semangat untuk menjangkau anak anak lain bersama sama dengan GS.
