“Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”(Yeremia 1:7-8)
Seorang pelatih sepakbola memerlukan 11 pemain yang akan ditentukan untuk bermain di posisi yang berbeda – beda. Tentu saja seorang bek tidak akan dapat diposisikan sebagai kiper karena keahliannya berbeda, begitupun sebaliknya. Setiap pemain memiliki kapasitas dan keahlian yang berbeda. Untuk itu seorang pelatih tidak akan menilai seorang kiper dari keahliannya mencetak gol atau seorang striker dari keahliannya menangkap bola. Setiap pemain akan dapat memberikan penampilan terbaik kalau ia ditempatkan diposisinya. Ini menjadi penggambaran bagi orang percaya bahwa setiap orang percaya memiliki keahlian, kemampuan, potensi dan kapasitasnya masing – masing. Semua hal tersebut bermanfaat untuk sebuah hasil akhir yaitu kemenangan iman.
Seperti seorang pelatih sepakbola, Allah pun mengenali setiap kita. Ia mengenali potensi, bakat, keahlian dan kapasitas setiap kita. Allah pasti akan menempatkan kita di posisi di mana kita dapat melakukan pekerjaan-Nya. Kita perlu bersyukur atas apa yang sudah Allah percayakan walaupun terkadang tanggung jawab tersebut terasa berat.
Seorang striker tidak akan dapat mencetak gol kalau ia ragu atas kemampuannya, hal ini juga berlaku bagi orang percaya. Orang percaya akan tidak dapat memaksimalkan potensi dan keahliannya kalau ia ragu atas apa yang telah Allah tentukan. Orang percaya perlu mengerti bahwa “ketika Allah menaruh kita di tempat di mana saat ini kita berdiri, maka di situ Allah percaya bahwa kita sanggup untuk menjalaninya”.
Apakah Allah salah ketika Ia memilih Musa seorang gagap untuk menjadi seorang pemimpin? Apakah keputusan Allah salah? Apakah Allah tidak keliru memilih Musa padahal untuk berbicara saja susah? Bagaimana nantinya Musa dapat memimpin? Apakah Allah juga salah ketika memilih Daud seorang muda untuk menjadi Raja Israel? Bukankah ia terlalu muda untuk memimpin sebuah bangsa? Bukankah Daud tidak memiliki pengalaman menjadi seorang pemimpin? Ia hanya seorang gembala yang memimpin domba bukan manusia! Apakah bisa? Apakah Allah salah?
Allah tidak pernah salah. Ia mempercayakan sesuatu karena Ia tahu bahwa kita sanggup. Jangan biarkan perkataan pesimis yang dilontarkan orang lain masuk ke dalam hati kita dan mempengaruhi semangat kita. Oleh karena itu, apapun panggilan kita untuk melayani-Nya, lakukanlah dengan tekun dan jangan pernah ragu terhadap tanggung jawab yang telah Ia berikan. Percayalah bahwa Allah yang memampukan Musa akan juga memampukan kita. Ia yang mampu membawa Daud menjadi Raja, Ia juga yang akan membawa kita menjadi pemenang bagi dunia.
Tuhan Yesus memberkati
(YG070824)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk persiapan pelayan Tuhan dan pembawa Firman Tuhan dalam Ibadah Doa Rabu agar siap dan diberi hikmat oleh Tuhan.
- Mendoakan Cabang, BPW, TPW Gereja Baptis Indonesia Kebayoran semakin bertumbuh.
- Berdoa untuk lansia yang masih setia datang untuk beribadah dan kiranya Tuhan Yesus memberikan kesehatan dan umur panjang bagi mereka dan keluarga.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera
- Berdoa pelayanan Bapak Nehemia dan jemaat untuk bisa melakukan penginjilan pribadi dan juga melalui program-program gereja yang ada.
- Berdoa untuk kebutuhan SDM pengajar Sekolah Minggu.
- Doakan kegiatan di Cab. Alfa Omega, Gamhoku: Ibadah Doa, Kamis Ceria, KPW, KMBI, PBI, WBI__.
