“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.”(Ayub 23:10-11)
Emas adalah salah satu logam mulia yang didambakan oleh setiap orang. Dalam pernikahan Kristen cincin yang terbuat dari emas melambangkan kasih yang murni dan tidak akan berkesudahan. Tahan terhadap ujian waktu sama seperti emas, tahan terhadap ujian api. Mari melihat sekelumit proses pemurnian emas.
Emas yang diambil dari dalam bumi tidak berkilau seperti yang ada di pasar. Emas mentah masih bercampur berbagai mineral dan perlu dipisahkan dengan metode yang tepat. Proses pemurnian emas dilakukan dengan berbagai metode. Untuk membuat warna kuningnya yang khas lebih berkilau, diperlukan proses pemurnian emas. Ada dua cara proses pemurnian emas yaitu dengan menggunakan zat kimia (1. Elektrolisis, 2. Hidrometalurgi dan 3. Pirometalurgi) dan dengan melalui proses peleburan/pirometalurgi.
Ada lima tahapan dalam proses peleburan memurnikan emas yang perlu kita ketahui yaitu:
- Pengeringan: Mengurangi kelembapan batuan dengan mengeringkannya pada suhu 120 derajat Celcius.
- Pemanggangan: Memanaskan batuan dengan menambahkan bahan-bahan kimia lain.
- Kalsinasi: Dekomposisi dari panas dengan tungku.
- Peleburan: Melelehkan batu yang mengandung emas dalam suhu tinggi.
- Pemurnian: Memisahkan logam mulia dan kotoran lain yang tidak digunakan.
Itulah beberapa proses pemurnian emas yang diperlukan untuk mengolah emas menjadi perhiasan maupun batangan yang mempunyai nilai yang sangat tinggi. (Disarikan dari Google)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, dalam renungan kita hari ini yang diambil dari Ayub pasal 23, Ayub mengalami rasa sakit yang sangat ekstrem dan dia menjadi frustrasi karena Tuhan diam. Dia ingin sekali menyampaikan kasusnya dan mendengar apa yang akan Tuhan katakan. Tetapi walaupun di saat Tuhan tidak segera menanggapi, Ayub tetap percaya dan berpegang kepada-Nya. Ayub tidak berputus asa. Dia berkata: “Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. (Ayub 23:8-9).
Apa yang menjadikan Ayub tetap percaya kepada Tuhan dan tidak berbuat dosa menghujat Allah? Mengapa kakinya tetap mengikuti langkah Tuhan, tetap menuruti jalan Tuhan dan tidak menyimpang? Mengapa Ayub tetap tidak melanggar perintah Tuhan dan dia tetap menyimpan firman Tuhan dalam hatinya? Jawabnya ialah karena Ayub percaya bahwa Tuhan tahu jalan hidupnya: Ayub berkata: ”Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.”(Ayub 23:10-11).
Seperti Ayub, kita harus menyalurkan emosi dan tanggapan kita sesuai dengan Firman Tuhan. Kita harus rela menerima segala persoalan yang datang dalam hidup kita sebagai cara Allah memurnikan iman kita. Jika tidak, kita mungkin tergoda untuk meragukan kebaikan dan kasih Allah, Bapa kita, karena Tuhan tidak mudah terlihat pada saat-saat sulit. Tetapi jika kita percaya kepada hal yang Alkitab ungkapkan tentang karakter dan cara Tuhan memurnikan kita, maka kita dapat menanggung penderitaan dengan setia.
Mari menghafal firman Tuhan berikut ini: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)
(JET14062024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi jemaat yang tinggal di daerah rawan banjir agar tidak berdampak akibat cuaca yang tidak menentu saat ini.
- Berdoa bagi ketua dan anggota Panitia Perancang yang akan mengadakan rapat hari Jumat, 14 Juni 2024, agar diberi hikmat dari Tuhan sehingga terjalin kerja sama yang baik dan menghasilkan rencana dan ide yang baik dalam melaksanakan pelayanannya.
- Berdoa untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar selalu memperhatikan para guru honorer serta sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil agar pendidikan di seluruh Indonesia dapat terlaksana secara baik.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera

- Berdoa untuk pelaksanaan SIL 2024 pada tanggal 27-29 Juni 2024.
- Berdoa untuk anggaran SIL 2024 sebesar Rp.17.020.000 dapat terpenuhi.
- Berdoa untuk usaha panitia dan donatur agar dana terpenuhi sehingga SIL dapat terlaksana dengan baik.
