“Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.”(Ayub 5:17-18)
Sebagai orang tua tentulah kita menginginkan semua anaknya menjadi anak yang terdidik, berpengetahuan, dan menjadi sukses. Itu merupakan hal yang wajar bagi semua orang tua. Untuk mencapai hal itu setiap orang tua pastilah melakukan segala cara agar anaknya bisa sukses di masa depan. Sebagai orang percaya, kita adalah anak-anak Allah, dan Allah adalah Bapa kita. Oleh karena itu, Allah yang merupakan Bapa mendidik kita, mengajar kita, sebagai anak-anak-Nya agar bertumbuh dengan baik. Benar-benar menjadi anak-anak-Nya yang dewasa hingga menjadi serupa dengan Kristus.
Sama seperti Ayub yang menerima suatu pencobaan yang diizinkan Allah terjadi atas hidupnya. Tuhan hendak melihat bagaimana ketaatannya sebagai anak-Nya. Seperti tertulis dalam Yakobus 1:3 “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Bagaimana dengan kehidupan saya dan saudara? Apakah siap dan mau dididik oleh Allah sebagai anak-Nya? Terkadang sering sekali terjadi, ketika menghadapi masalah yang Tuhan izinkan, kita sebagai anak-Nya sering menyalahkan Tuhan oleh karena cobaan yang kita hadapi. Bukannya bersyukur dan menyerahkan semua pada Tuhan agar Tuhan tolong tetapi malah sebaliknya, menyalahkan Tuhan dan menjauh dari Tuhan. Marilah kita ikut teladan Ayub yang tidak meninggalkan Tuhan dan menyalahkan Tuhan atas keadaan hidupnya ketika pencobaan itu datang. Ia taat dan setia pada Tuhan hingga Tuhan sembuhkan dan pulihkan keadaan Ayub.
Biarlah teladan Ayub memotivasi kita agar semakin mengerti kehendak Tuhan dalam kehidupan kita sebagai anak-Nya. Siap sedia dalam segala bentuk didikan Tuhan dalam kehidupan kita. Didikan Tuhan bukanlah didikan yang buruk melainkan didikan agar kita menjadi serupa dengan Kristus. Kiranya semua ini dapat memberkati Bapak, Ibu dan Saudara sekalian.
(KS30052024)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan agar jemaat GBIK melalui Sekolah Minggu dapat bersekutu bersama, belajar firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Berdoa bagi mereka yang sudah dipilih dalam pelayanan di gereja, agar ada kerja sama yang baik dan taat terhadap firman Tuhan.
- Berdoa bagi Presiden, Wakil dan para Menteri kabinet Republik Indonesia diberikan hikmat dalam menentukan perlu tidaknya bantuan dari negara lain.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Doakan program gereja untuk menjangkau minimal 3 orang baru dalam sebulan.
- Doakan persiapan dan pelaksanaan kemandirian GBIK Cab. Bersinar, Kisaran pada tanggal 16 Juni 2024.
- Doakan Jose Feraldo, anak dari Gembala Sidang, sedang melamar masuk kepolisian.
