“3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. 3:13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,.”(Amsal 3:11-13)
Hidup di dunia ini tidak terlepas dari masalah, pergumulan dan penderitaan hidup. Yesus tidak menjanjikan kemudahan-kemudahan dalam hal mengikut Dia, tapi la berjanji akan selalu menyertai.
Penyertaan Tuhan inilah yang membuat kita kuat dan menang saat menghadapi pergumulan dan penderitaan yang datang silih berganti dalam kehidupan kita. Paulus berkata dalam Filipi 4:13: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”.
Mengikut Yesus, mengapa masalah bertubi-tubi…? Tentu pertanyaan ini sering bergejolak dalam pemikiran sebagian orang, hal ini disebabkan karena adanya pemahaman dan pengajaran yang salah, mereka berpikir bahwa mengikut Yesus semua urusan akan menjadi lancar. Akan tetapi ketika impian dan harapan itu tidak terwujud akhirnya banyak orang yang menjadi kecewa, imannya pudar lalu akhirnya meninggalkan Tuhan.
Berkaitan dengan fenomena inilah Tuhan Yesus terlebih dahulu memberitahukan sejak awal agar murid-murid-Nya dan kita orang percaya siap memikul salib dan kita tidak kecewa saat mengambil keputusan mengikut Dia. Yesus berkata dalam Yohanes 16:1: “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku”.
Oleh karena itu, sebagai orang beriman bagaimana respon kita melihat masalah dan penderitaan dari perspektif Alkitab? Kita harus melihat bahwa masalah dan penderitaan bagian dari pendidikan iman untuk menguji militansi iman kita dalam mengiring Tuhan. Ibrani 12:6: “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan la menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Dengan demikian melalui semua rentetan peristiwa dan musibah yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan ingin mendidik agar kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya, sehingga kita mampu menjadi saksi Injil-Nya di tengah-tengah dunia ini. Oleh karena itu berjuanglah sampai garis akhir, tetaplah berdoa, percayalah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Amin.
