“Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.”Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya. Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”(Yoh. 9:35-39)
Apakah Anda masih ingat kapan Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda secara pribadi? Kapan Anda dibaptiskan? Jika Anda masih ingat, saya kagum dengan Anda sebab momen yang paling menyukacitakan dalam hidup seseorang adalah ketika dia percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Tentunya sukacita itu bukan menjadi milik seorang pribadi melainkan milik orang percaya lainnya, bahkan lebih daripada itu adalah milik penghuni sorga, yaitu para malaikat dan Tuhan (Luk. 15:7, 10). Si buta yang telah sembuh juga merasakan sukacita. Dengan tegas ia berkata, “Aku percaya, Tuhan!”, ia percaya keberadaan Yesus sebagai Anak Manusia. Istilah “Anak Manusia” mengandung dua pengertian, yaitu benar-benar sebagai manusia dan Mesias. Istilah “Anak Manusia” bukan hanya sekedar sebagai manusia, sebab apa artinya percaya kepada Pribadi yang benar-benar hanya sebagai manusia saja tetapi tidak menyelamatkan?
Anak Manusia di sini pengertiannya sama dengan Mesias. Orang Yahudi tahu persis bahwa “Anak Manusia” itu menunjuk kepada Mesias. Mereka berpatokan kepada nubuatan yang disampaikan di Daniel 7:13-14, “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” Sementara orang Yahudi terus menantikan Mesias, tetapi si buta yang sembuh sudah menemukan-Nya. Menarik untuk diperhatikan bahwa ada tahapan-tahapan iman yang dilalui si buta sampai akhirnya mencapai puncak pemahaman yang benar. Pertama, si buta hanya menyebut nama Yesus di dalam kesaksiannya. Kedua, dia menyebut Yesus sebagai Nabi. Ketiga, dia menyebut Yesus sebagai yang tidak berdosa dan berasal dari Allah. Keempat, dia mengakui Yesus sebagai Mesias. Si buta ini tidak sedang berbasa-basi untuk menyatakan kepercayaannya, sebagai bukti ia mau menyembah Yesus, Mesias yang dia percayai itu. Dan ia sudah sampai pada pemahaman iman yang benar dan yang menyelamatkan itu.
Tidak salah kalau hal ini kembali ditanyakan kepada kita, “Sejauh mana pemahaman iman kita, apakah masih tingkat awal atau sudah pada puncaknya?” Pasalnya, ada orang yang tingkat pemahaman imannya tentang Yesus hanya sebatas sebagai Pribadi yang memberkati, Pribadi yang penuh kuasa dan kasih. Iman semacam ini akan mudah runtuh, terutama ketika kita merasa tidak diberkati dan tidak dipenuhi oleh kuasa dan kasih Yesus. Oleh sebab itu, mari milikilah iman yang benar, yaitu percaya kepada Yesus sebagai Mesias, karena iman yang demikian tidak akan runtuh sekalipun keadaan dan sekeliling kita tidak menyenangkan hati. Tuhan Yesus memberkati.
(AP27052024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa mengucap syukur atas hujan yang Tuhan Yesus berikan untuk daerah Jakarta dan sekitar, serta berdoa agar daerah yang rawan banjir tidak berdampak atas perubahan cuaca tersebut.
- Berdoa bagi jemaat yang saat ini sedang mencari pekerjaan yang baru atau yang masih belum mendapatkan pekerjaan, agar Tuhan memberikan pekerjaan yang tepat pada waktu Tuhan.
- Berdoa bagi persiapan, pembangunan, sistem dan pemindahan bertahap beberapa komponen Pemerintahan ke IKN di Kalimantan agar diberikan kelancaran.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Doakan Penjangkauan dan Penginjilan untuk mengunjungi jemaat-jemaat yang undur dan jarang hadir beribadah.
- Berdoa untuk jemaat yang sedang sakit Adik Jepanus Jepan. Nenek Dolina.
- Doakan jemaat yang sedang merantau, kuliah/belajar/bekerja di luar kota: Ruben, Peni, Herkulanus, Landum, Apo, Filia, Alan, Ede, Ibu Rosida, Caok, James, Rangga, Krismon, Rahul, Ibu Maria, Aseng, Ratna, Irene, Bp Asoy.

Amien…