“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”(1 Yohanes 3:18)
Kita diciptakan untuk hidup bersama dengan orang lain, karena kita tidak mungkin hidup sendiri. Pasti kita juga perlu berinteraksi dengan orang lain. Kita hidup dengan talenta masing-masing dan bekerja di bidang kita masing-masing. Mengikuti persekutuan di rumah, di kantor, beribadah untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang dikaruniai-Nya.
Dalam hubungan dengan orang lain perlu berkomunikasi yang baik. Memang kadang ada beda pendapat yang terjadi, sehingga ada gesekan yang mungkin akan berakibat adanya teguran yang keras. Sebagai orang percaya, ada kasih yang diam dalam hati kita, hati yang dipimpin oleh Roh Kudus. Kadang teguran keras akan berakibat reaksi untuk membela diri dengan keras juga. Sebaiknya kita menghadapinya dengan tenang, kita pusatkan pikiran kepada Tuhan, Dia akan memampukan kita untuk tetap tenang dan melayani dengan cara yang tenang.
Datang kepada Tuhan, bercakap-cakap dengan Tuhan dalam doa, selalu merupakan solusi yang terbaik dalam menghadapi suatu masalah atau krisis. Kita dapat meminta hikmat dari Dia untuk memimpin dan memampukan untuk mengatasi segala hal. Tuhan sangat memahami semua situasi yang terjadi dan Dia dapat menolong kita untuk menemukan solusi yang tepat. Dengan bantuan-Nya, kita dapat memperoleh wawasan tentang sumber masalah dan penyelesaiannya. Bila Roh Kudus yang memimpin, maka tidak ada orang yang tersakiti. Semua orang percaya, harus hidup untuk mengasihi orang lain atau sesamanya secara sempurna.
Tetapi pada kenyataannya yang terjadi berbeda, banyak orang menolak kasih Allah. Karena kita memiliki pengertian tersendiri tentang kasih Allah. Sering kali kita berpikir bahwa kekuatan kita bisa mengatur Allah untuk mengasihi orang-orang tertentu.
Meluangkan waktu untuk mencari hikmat Tuhan membantu kita untuk semakin dekat dengan Tuhan. Sebagai orang percaya, Tuhan memberi pengajaran agar kita sebaiknya mendengarkan dahulu, setelah itu Roh Kudus akan mengajarkan kepada kita untuk berkata-kata. Tidak peduli apa situasinya, Allah telah memanggil kita untuk mewakili Dia dengan cara yang sama seperti yang Kristus lakukan melalui ketergantungan-Nya pada Bapa surgawi.
Di saat-saat sulit, kita terbiasa berpaling kepada Tuhan sebagai pilihan terakhir. Janganlah melakukan itu, apalagi mencari bentuk-bentuk pelarian lainnya yang memikat kita dengan janji-janji palsu, yang ternyata hanya berupa bantuan sesaat. Usaha yang sia-sia, yang tidak ada gunanya. Membuat kita tetap hampa dan kehabisan tenaga setelahnya. Lebih buruk lagi, masalah yang membuat kita tidak bisa bertumbuh, masih tetap ada dalam hidup kita.
Tuhan sudah datang kepada kita dan menebus dosa-dosa kita. Kita sadar sepenuhnya akan kebutuhan kita yang mendalam, mencari solusi surgawi daripada kesenangan dan hiburan dunia ini. Semua janji Tuhan sudah dipenuhi, Tuhan yang telah mengasihi kita lebih dahulu dan Tuhan mengajak kita untuk saling mengasihi, bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Tuhan Yesus memberkati. Amin
(MS18052024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk persiapan Ibadah Minggu tanggal 19 Mei 2024, agar para petugas pelayanan untuk Ibadah Pagi 1, Sekolah Minggu, Ibadah Pagi 2 dan Ibadah Sore, dapat mempersiapkan diri dengan baik.
- Berdoa untuk koster, para petugas kebersihan dan para petugas keamanan gereja diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
- Berdoa untuk Pemerintah setempat dan masyarakat di lingkungan sekitar dapat diberikan pengertian serta kelembutan hati untuk memberikan ijin pembangunan gereja.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Berdoa untuk pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang Pdm. Patty Defretes dan Keluarga.
- Berdoa agar jemaat yang saat ini tidak aktif dapat aktif kembali dalam usaha penjangkauan dan penginjilan.
- Berdoa untuk pembangunan gereja dapat terlaksana dengan baik.
