“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor; Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”(Roma 12:11 )
Sebuah gairah dapat melahirkan ekspresi yang cenderung positif dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Seperti pesepakbola yang berusaha memenangkan pertandingan, ia perlu memiliki gairah untuk memenangkan pertandingan. Jika ia bermain setengah hati tanpa gairah, maka pesepakbola tersebut kemungkinan besar bahkan pasti mengalami kekalahan. Gairah sangat dibutuhkan seseorang untuk mencapai sesuatu, dan dalam SRHI kali ini, kita akan bersama belajar mengenai gairah yang Daud contohkan kepada setiap kita
Peperangan antara Israel dan Filistin tidak terhindarkan. Peperangan ini sangat menentukan keberlangsungan kehidupan kedua belah pihak. Oleh sebab itu maka kedua belah pihak perlu memiliki gairah agar dapat memenangkan pertarungan itu. Goliath dengan lantang menantang barisan tentara Israel dengan kalimat “”Orang Filistin itu berkata kepada Daud: ”Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: ”Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”“
(1 Samuel 17:43-44)”. Itu merupakan sebuah gairah yang Goliath tunjukkan untuk mendistraksi barisan tentara Israel dan menyemangati dirinya serta tentara Filistin. Namun gairah yang Goliath tunjukkan sama sekali tidak dilandasi dengan dasar yang benar. Hal ini tentu saja jauh berbeda dengan gairah yang ditunjukkan Daud. Daud dengan lantang berkata “”Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: ”Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami. (1 Samuel 17:45-47)”. Gairah yang Daud tunjukkan merupakan gairah yang benar benar benar karena didasarkan pada sesuatu yang benar. Ia mengerti betul bahwa gairah didalam Tuhan tidak pernah mengecewakan. Bukankah kita juga perlu berbuat hal yang sama? Ya tentu saja.
Setiap kita pasti punya goal hidup masing – masing, baik tentang cita-cita, keluarga, harapan dan impian maupun cinta. Goal tersebut perlu diusahakan untuk dicapai. Dengan gairah yang didasarkan pada Tuhan, Tuhan pasti akan memampukan. Tuhan yang memampukan Daud mencapai goalnya untuk mengalahkan Goliath dan orang Filistin, Tuhan yang sama yang akan menolong setiap kita untuk mencapai goal kehidupan kita. Maukah kita beriman meneriakan gairah kita didalam Tuhan? Apakah malah kita bersikukuh dengan gairah diri sendiri dengan mengandalkan harta, kekayaan, jabatan dan hal lain yang kita punya tanpa melibatkan Tuhan?
Marilah kita bersama untuk dapat bergairah dalam mengikut Tuhan dan berusaha untuk mencapai setiap goal kehidupan kita dengan bersandar penuh atas kebesaran kuasaNya.
Tuhan Yesus memberkati
(YG100424)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk kegiatan GBIK yang sudah tersusun dalam setiap persekutuan dan Tuhan sendiri yang akan memimpin sehingga Iman dan Pengharapan Jemaat dikuatkan;
- Berdoa bagi pembangunan gereja-gereja yang kesulitan perijinan supaya lingkungan sekitar dan pemerintah setempat diberikan pengertian dan kelembutan hati.
- Berdoa untuk jemaat GBIK senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan dan penyertaan Tuhan dalam setiap aktifitas yang jemaat lakukan sehar-hari.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat

- Doakan untuk keperluan kegiatan : alat peraga, Kebutuhan LCD TV untuk superbook
- Doakan penjangkauan dan penginjilan untuk mengunjungi jemaat yang tidak aktif beserta keluarga agar bisa mendorong dan membawa anggota keluarga yang tidak aktif agar bisa aktif kembali
- Doakan kebutuhan dana untuk pengolahan lahan Gereja dan Pembelian bibit Alpukat.
