“Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”(Yohanes 5:14-17)
Tuhan yang kita kenal sebagai Allah Tritunggal – Allah Bapa , Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus adalah Allah yang aktif bertindak. Bahkan ketika Dia beristirahat setelah enam hari penciptaan, itu bukan karena Dia lelah dan perlu memulihkan diri — Kreativitasnya mungkin berhenti, tetapi Dia tidak pernah berhenti bekerja. Sepanjang sejarah Dia selalu terlibat erat dalam kehidupan individu tanpa lelah mengendalikan dunia ini.
Kadang-kadang, seolah olah Dia tidak peduli tentang kita, karena doa kita tidak dijawab secepat yang kita harapkan. Jika itu terjadi, kita perlu ingat bahwa itu tidak berarti Tuhan telah berhenti bekerja. Dia masih tetap aktif terlibat dalam hidup kita tetapi seringkali dengan cara yang tidak selalu terlihat. Dia mengatur keadaan, mengubah hati orang, dan melindungi anak-anak-Nya dari membuat keputusan yang dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan. Waktu menunggu adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam karakter, kepatuhan, iman, dan pelayanan kita kepada Tuhan.
Hal itulah yang kita lihat dalam peristiwa Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh dekat pintu gerbang domba di Bait Allah. Di situ ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, masing-masing menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu, dan barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat”. Peristiwa itu terjadi pada hari Sabat.
Sebagaimana kita ketahui hukum torat melarang orang bekerja pada hari Sabat. Orang lumpuh yang telah sembuh itu berjalan sambil mengangkat tilam / tikar tempat tidurnya. Ketika orang-orang Yahudi menegur dia, bertanya mengapa dia mengangkat tilamnya, orang itu berkata bahwa orang yang menyembuhkan dia menyuruh dia untuk mengangkat tilamnya. Ketika orang bertanya kepadanya siapa yang menyuruh dia, dia menjawab dia tidak tahu. Kemudian ketika dia bertemu kembali dengan Tuhan Yesus dalam Bait Allah, Yesus berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. (Yohanes 5:15)
Atas peristiwa itu orang-orang Yahudi berusaha untuk menganiaya Tuhan Yesus karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa : ““Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.(Yohanes 5:17)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Mari tetap percaya dan bergantung pada Tuhan walaupun doa-doa Anda belum terjawab. Jangan pernah meragukan pekerjaan Tuhan dalam hidup Anda. Mari kita bekerja sama dengan proses pertumbuhan spiritual yang sedang Yesus kerjakan dalam hidup Anda. Bahkan jika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda minta secara spesifik, jawaban Tuhan untuk Anda adalah untuk kebaikan kekal Anda dan kemuliaan-Nya.
(JET15032024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk jemaat yang lama tidak hadir supaya diberikan kerinduan untuk kembali beribadah di gereja;
- Berdoa untuk seluruh kepanitiaan GBIK, supaya selalu dapat bekerjasama dalam pelayanan dan sehati untuk kemuliaan Tuhan.
- Pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk perkembangan dan kemajuan perekonomian bangsa Indonesia.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Semangus, Suku Anak Dalam
- Mengucap syukur Kesehatan jemaat dalam kehadiran ibadah dan pelayanan
- Doakan pembangunan kamar mandi gereja agar bisa terlaksana dengan baik
- Doakan rencana untuk membuka kelas baptisan.
