““Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika 5:16)
Apa pandangan kita terhadap sukacita? Apakah sukacita merupakan sebuah perasaan atau keputusan? Terkadang manusia cenderung melihat sukacita sebagai sebuah perasaan, namun dalam kekristenan sukacita adalah keputusan. Hal ini selaras dengan Buah Roh yang terdapat dalam Galatia 5:22. Memang tidak ada salahnya jika kita menganggap sukacita sebagai sebuah perasaan, namun lebih dari itu sukacita merupakan sebuah keputusan. Ada sebuah perbedaan mendasar yang perlu orang percaya mengerti agar sukacita nya didasarkan pada keputusan bukan perasaan saja.
Perasaan sukacita hanya akan timbul jika manusia mendapatkan sesuatu yang ia sukai, sesuatu yang berharga, yang baik, yang indah, yang enak dan yang menurutnya menguntungkan bagi hidupnya. Hal ini berbanding terbalik dengan keputusan sukacita, keputusan sukacita akan timbul untuk menghargai setiap momen, baik momen itu baik maupun buruk. Keputusan sukacita tidak bergantung pada perasaan, namun bergantung pada tingkat kedewasaan seseorang untuk mengerti bahwa Allah adalah ‘Dalange Jagat’ yang berotoritas atas semuanya dan mengerti bahwa Allah merencanakan rencana yang baik untuk setiap kita. Keputusan sukacita akan membawa kita untuk ikhlas dan menjadikan kita manusia yang legowo. Lantas, diposisi manakah kita sekarang? Apakah kita cenderung melihat sukacita sebagai perasaan atau keputusan.
Hal ini perlu menjadi pemikiran setiap kita karena hal ini berhubungan dengan laku hidup kita. Keputusan sukacita harus menjadi dasar kehidupan sehingga kita dapat terus menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat, gereja dan sesama walaupun situasi dan kondisi tidak baik. Sebagai contoh, walaupun anak-anak kita nakal dan tidak taat tetapi kita mengambil keputusan untuk sukacita maka kita dapat tetap mengasihi anak-anak kita. Berbeda sekali dengan perasaan, jika kita sudah terlanjur disakiti maka kasih tidak ada dalam diri kita. Dan itu merupakan sesuatu yang menyalahi hukum Allah.
Perasaan sukacita memiliki syarat, tetapi keputusan sukacita mengasihi setiap momen tanpa syarat. Tuhan Yesus memberkati
(YG070224)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi situasi dan keamanan menjelang Pemilu Serentak 2024, kiranya dalam minggu tenang, situasi di Indonesia damai dan tidak ada pihak-pihak yang mau memecah belah bangsa;
- Berdoa bagi Pemerintah agar terus memberikan pelayanan terbaik dalam bidang Kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia, pemberian perijinan yang berskala nasional terkait perizinan RS, klinik, praktek dokter termasuk RS terapung yang memenuhi hak-hak penduduk di wilayah terpencil yang tidak dijamin oleh JKN.
- Berdoa bagi jemaat GBIK, agar terus setia hadir dalam setiap Persekutuan yang diadakan oleh Gereja, baik itu secara onsite maupun online, agar iman setiap Jemaat dapat terus bertumbuh di dalam Tuhan.
Pokok Doa CABANG SRIBHAWONO, Lampung Timur
- Doakan pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani jemaat boleh terus bertumbuh
- Doakan Sdr. Yosua Gura dalam membantu pelayanan di Sribhawono
- Rencana pengutusan Sdr. Yosua Gura utk membantu pelayanan di Sribhawono mulai akhir Januari 2024.
