““Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini,” supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.” (Ibrani 3:12-14)
Alkitab memperingatkan kita tentang bahaya hati yang tidak setia kepada Tuhan dan firman-Nya. Israel jatuh dalam ketidak-setiaan kepada Tuhan dengan melakukan kehidupan yang tidak taat kepada nasihat dan perintah Tuhan. Sungguh mengherankan betapa cepat mereka melupakan mujizat-mujizat yang dilakukan Tuhan dalam membebaskan mereka dari perbudakan. Hati yang jahat, tidak percaya dan tidak setia kepada Tuhan, dengan mudah mengabaikan janji-janji Allah yang akan membawa mereka ke Tanah Perjanjian yaitu tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya. Mereka lebih memilih untuk kembali ke Mesir. Mereka berkata: “Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.” (Bilangan 11:5-6)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, kita perlu menyadari bahwa ketidakpercayaan dan ketidak setiaan kepada Tuhan dan firman-Nya adalah akar beracun dari segala jenis kejahatan. Tindakan ini adalah penghujatan yang menyerang karakter Tuhan. Kita menuduh Dia tidak benar, tidak setia, dan tidak dapat diandalkan. Penyakit kanker yang mengerikan ini menggerogoti kesehatan rohani setiap orang yang tidak setia kepada Tuhan. Tuhan memperingatkan kita bahwa mereka yang memiliki hati yang tidak percaya dan tidak setia berada dalam bahaya murtad.
Itu sebabnya kita diminta untuk saling menyemangati, hari demi hari. Kita saling membutuhkan satu sama lain untuk mendampingi kita di saat-saat kita ragu-ragu, untuk menguatkan kita agar tetap berpegang pada Firman Tuhan, tetap fokus pada Kristus, dan berpegang teguh pada iman kita sepanjang hidup kita. Hubungan yang setia kepada Tuhan akan bertumbuh dan akan menjaga hati kita tetap lembut dan senantiasa berpaut kepada-Nya. Maka kita akan mempunyai kepastian bahwa keselamatan kita adalah sejati sehingga kita dapat memasuki perhentian yang telah Dia persiapkan bagi para pengikut-Nya.
Dalam Kitab Bilangan pasal 11 yang sebagian ayatnya dikutip pada renungan ini, diceritakan bahwa pada suatu hari bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka. Ketika TUHAN mendengarnya, bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa kepada TUHAN; maka padamlah api itu. Sebab itu orang menamai tempat itu Tabera, karena api TUHAN telah menyala di antara mereka.
Mengapa Allah murka dan menurunkan api di antara mereka? Asal mulanya ada orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus. Orang Israel terpengaruh dan mereka menangis pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?”. Nafsu rakus akan kenikmatan dunia ini dapat membuat orang/ kita ragu-ragu akan pemeliharan Tuhan dan dapat mempengaruhi kita menjadi tidak setia kepada Tuhan.
Mari menutup renungan ini dengan membaca Ibrani 3: 17-19. Disana tertulis: “Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidak-percayaan mereka.”
Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa jika kita tidak setia dan tidak percaya kepada Tuhan, hal itu dapat menjadikan Tuhan murka kepada kita.
(JET02022024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi jemaat yang tempat tinggalnya berada di daerah rawan banjir agar tidak berdampak dari musim penghujan;
- Berdoa bagi kondisi keamanan serta kerukunan hidup seluruh rakyat Indonesia, menjelang Pileg, Pilpres dan Pilkada tahun 2024. Berdoa agar para pemimpin bangsa, pejabat pemerintah dan aparat keamanan dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik.
- Berdoa untuk persiapan Persekutuan WBI Rayon Selatan dan Persekutuan Harmony pada hari Sabtu, 3 Februari 2024, berdoa agar petugas dapat mempersiapkan diri mereka dengan baik, cuaca cerah dan jemaat dapat hadir untuk bersama-sama bersekutu dan memuji Tuhan.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Doakan Program/Kegiatan Gereja yang rencananya dilaksanakan dalam 3 bulan pertama: mengaktifkan kembali persekutuan-persekutuan, aktif mengunjungi jemaat dan simpatisan
- Doakan akan mengaktifkan kembali sekolah minggu dewasa
- Doakan jemaat GBIK Cabang Purwonegoro yang sedang sakit Bpk. Tjondro, Bpk. Saltiel, Bpk. Yadmadi, Ibu Sukinah, semua karena faktor usia.
