““Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya’.” (Yakobus 1:8 )
Dalam kita menjalin hubungan, kesetiaan sangat diperlukan. Ada begitu banyak cara untuk kita menunjukan bentuk kesetiaan kita, mulai dari berkomunikasi setiap hari, mengunjungi rumahnya atau bahkan dalam fase lebih lanjut melaksanakan tunangan. Pada pointnya, kalau kita serius maka kita setia. Hal ini juga harus berlaku dalam kehidupan kerohanian kita, apakah selama ini kita sudah serius? Apakah selama ini kita sudah setia?
Daniel 3 merupakan sebuah cerita yang sudah sangat sering kita dengar bersama, baik dalam Sekolah Minggu, KPW, Jam Doa maupun Khotbah Ibadah Minggu. Kisah dimana Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan dengan sebuah situasi yang sulit, kesetiaan mereka terhadap Allah dipertaruhkan. Dalam cerita tersebut Raja Nebukadnezar memberikan sebuah penawaran berarti untuk mereka yaitu ‘jika kamu mau tetap hidup, kamu harus sujud kepada patung yang aku buat’ (Dan.3:15). Penawaran tersebut bukanlah penawaran sembarangan karena menyangkut hidup dan mati ketiganya. Namun respon apa yang diberikan oleh ketiganya? Dalam Daniel 3:16-18 ketiganya mengambil sikap seorang percaya yaitu ‘KAMI AKAN TETAP SETIA SEKALIPUN ALLAH TIDAK BERKENAN MENOLONG’. Mereka memiilih untuk tetap setia kepada Allah walaupun mereka sadar bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang berat.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap setia kalau ada penawaran berarti yang datang dalam kehidupan kita? Contoh saja, apakah kita tetap setia dalam iman percaya kepada Allah walaupun ada lawan jenis kaya raya, anak tunggal, good looking, good attitude tapi tidak seiman? Apakah kita tetap setia dalam iman percaya kepada Allah walaupun di iming-imingi naik jabatan tapi harus meninggalkan iman? dan apakah kita tetap setia dalam iman percaya kepada Allah ketika diperhadapkan dengan kematian? Jawaban ada didalam diri kita masing-masing, namun yang pasti Mahkota Kehidupan hanya diberikan kepada mereka yang setia (Yak.1:12).
Kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego memberikan sebuah pelajaran berarti bahwa kesetiaan merupakan langkah yang harus diambil oleh semua orang percaya karena itu akan menjadi bukti sebuah keseriusan. Kesetiaan dalam Allah tidak akan pernah mengecewakan, terbukti ada sebuah buah dari kesetiaan yang akhirnya mereka dapatkan seperti ditemani oleh Allah (ay.25), dilindungi dan ditolong oleh Allah (ay.24-27), diberikan kenyamanan oleh Allah (ay.24-27) dan diangkat derajatnya oleh Allah (ay.30).
Memang ketika kita setia, masalah akan tetap ada. Sama seperti mereka bertiga, ketika mereka setia, mereka tetap dimasukan kedalam perapian yang menyala-nyala bahkan dipanaskan 7 kali lipat. Namun percayalah, ketika kita setia, Allah akan beserta dan Allah tidak akan membiarkan masalah yang kita hadapi melukai kita, menciderai kita bahkan membunuh kita. Allah yang menolong Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah Allah yang sama yang akan menolong setiap kita, oleh karena itu setialah dan hasilkanlah buah serta nikmatilah buah dari kesetiaan kita.
Tuhan Yesus memberkati
(YG310124)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi pemuda pemudi jemaat GBIK yang sedang mencari pasangan hidup biar mendapatkan pasangan hidup yang seiman sehati sehingga menjadi sukacita dlm keluarganya;
- Berdoa bagi TNI dan Polri dalam tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban serta dapat bekerja sama dengan baik sehingga hasilnya bisa di rasakan oleh masyarakat Indonesia.
- Berdoa bagi Asisten Gembala Sidang, Diakon, Pan Perancang, Kepala Kantor, Sekertaris, Koster, Satpam, Cleaning Services diberi kesehatan kekuatan dan hikmat Tuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan dapat bekerja sama dengan penuh sukacita.
Pokok Doa CABANG EKLESIA PELITA, Halmahera Utara
- Bersyukur untuk kesehatan dan pemeliharaan Tuhan bagi jemaat dan GS Pdm. Yunus Tuwongadil
- Doakan kesetiaan Gembala Sidang dalam tugas penggembalaan
- Doakan jemaat tetap setia dalam beribadah dan mengikut Tuhan, bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan menjadi berkat dalam masyarakat.
