““Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Gal. 6:9)
Jika kita ingin menjadi seorang kristen yang saleh, maka hendaknya kita mau belajar bagaimana caranya menjadi orang yang tangguh dan setia. Artinya, ketika kita sedang dalam persoalan dan jatuh, kita harus segera bangkit kembali. Ada banyak faktor di luar kuasa kita yang menyebabkan gagal. Tetapi jika kita bangkit kembali, tidak ada yang tahu hal-hal positif yang mungkin terjadi dalam diri kita masing-masing.
Buku-buku dan pengalaman-pengalaman orang lain penuh dengan kisah orang yang berulang kali gagal, namun pantang menyerah hingga akhirnya mereka berhasil bahkan sampai dipanggil Tuhan. Jendral George Washington kalah dalam dua pertiga pertempuran yang ia pimpin melawan Inggris pada masa perang revolusi Amerika. Pasukannya sering kalah karena mereka tidak memiliki tenaga untuk menghadapi pasukan Inggris. Namun luar biasanya, ia tidak menyerah bahkan pada akhirnya pasukannya berhasil memenangkan perang, menjadi presiden pertama Amerika Serikat, dan dianggap sebagai salah satu dari empat bapak bangsa Amerika Serikat. Napoleon Bonaparte adalah Kaisar Perancis yang pernah menguasai benua Eropa. Namun ketika ia muda, ia lulus di peringkat 42 dari satu kelas yang muridnya berjumlah 43. Dari sini sangat jelas bahwa ia bukanlah seorang murid yang terpintar, namun kemudian dia dianggap sebagai seorang jenius militer, dan metodenya masih dipelajari di banyak sekolahan. Albert Einstein, salah satu ilmuwan terhebat sepanjang masa, tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga ia usianya hampir lima tahun, mendapatkan nilai buruk di sekolah hingga usia 16 tahun, gagal lulus ujian masuk sekolah Politeknik Swiss. Meskipun demikian, ia terus menciptakan banyak penemuan dalam bidang sains dan matematika, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh hebat yang kita ketahui. Namun yang ingin penulis katakan kepada kita semua adalah marilah kita menjadi orang kristen yang tidak menyerah sedikitpun dalam segala peristiwa dan keadaan sebab kita mempunyai Allah yang dahsat, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Saudaraku, ingatlah selalu bahwa tidak menyerah adalah bukti bahwa kita setia termasuk kepada Tuhan. Tetaplah berbuat baik walaupun dalam kondisi kita sangat terpuruk. Paling tidak jika kita tidak bisa memberi kepada sesama, kita tidak merepotkannya, dan teruslah berdoa untuknya. Itulah yang diperkenan Tuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. (AP29012024)
(MS27012024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi pelaksanaan Pesta Demokrasi di Indonesia yaitu Pemilu tanggal 14 Februari 2024, berdoa agar kondisi Indonesia aman, tertib dan rakyat diberi hikmat dalam memilih calon pemimpin bangsa Indonesia 5 tahun kedepan;
- Berdoa bagi jemaat GBIK yang saat ini sedang dalam keadaan sakit atau dalam masa pemulihan, Tuhan Yesus berikan kesembuhan agar jemaat kami dapat kembali beraktivitas.
- Berdoa untuk Kegiatan Pembelajaran Alkitab Awal Tahun (PAAT) yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari (11 s.d. 13 Februari 2024) Tuhan berkati Pelayan Firman, jemaat yang hadir serta cuaca selamat kegiatan berlangsung.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Mengucap syukur kegiatan gereja, Ibadah, PBI, WBI berjalan dengan baik
- Doakan untuk jemaat semakin setia dalam berIbadah dan melayani
- Pergumulan jemaat untuk penyelesaian Gedung Gereja.
