“Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya. Ketika Daud ada di padang gurun Zif di Koresa, maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah.(1 Samuel 23:15-16)
Dalam Kitab 1 Samuel 23 diceriterakan tentang Yonatan yang pergi kepada Daud untuk menguatkan kepercayaan Daud kepada Tuhan. Usaha Yonatan ini kita kenal sebagai pelayanan penguatan.
Dalam Kitab Suci ada beberapa ayat yang menekankan tentang perlunya penguatan. Alkitab memang ditulis untuk memberi kita penguatan: “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci . Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus”.(Roma 15:4-6). Demikian pula dalam suratnya kepada gereja di Filipi, Rasul Paulus memberi mereka penguatan: “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.” (Filipi 2:1-2). Satu contoh lagi, Injil Yohanes 14 berbicara tentang Roh Kudus yang memberi penguatan. Roh Kudus adalah Roh yang memberi penguatan bagi kita untuk selama-lamanya.
Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus perlu menjadi orang yang melayani sebagai pemberi kekuatan, karena cepat atau lambat setiap orang memerlukan penguatan. Kapan kita memerlukan penguatan? Mari melihat dua contoh dalam Alkitab untuk menemukan jawabnya:
- Kita memerlukan penguatan saat kita menghadapi kesukaran dalam tugas kita
Salah satu contoh dalam Alkitab adalah ketika raja Hizkia menjadi raja di Israel. Ia memimpin bangsanya kembali menyembah Allah. Dalam 2 Tawarikh 29 disebutkan bahwa untuk hal itu ia mengangkat para Imam dan memberi penguatan kepada mereka. Ia menetapkan tugas para imam, dan mendorong mereka menunaikan tugas jabatannya dalam rumah TUHAN. Raja Hizkia menguatkan mereka dengan kata-kata: “Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya.” (2 Tawarikh 29:11)
Sebagai pelayan-pelayan Tuhan: guru SM, anggota Paduan Suara, anggota Panitia, anggota PKMB, WBI, PBI, Pendeta, Diakon, kita masing-masing memerlukan penguatan. Kita semua memerlukan dorongan dan dukungan. Ada prinsip di sini: Pemimpin memberi dorongan dan penguatan bagi orang-orang yang dipimpinnya, Orangtua memberikan penguatan bagi anak-anaknya, Suami memberi penguatan bagi Istrinya, Istri memberikan penguatan bagi Suaminya. Penguatan itu dapat diberi berupa kata-kata pujian, nasihat-nasihat yang bersifat positif, melalui senyuman, atau sentuhan kasih.
Setiap orang yang melayani memerlukan penguatan. Kita harus menyadari bahwa ketika kita menerima penguatan, kita akan lebih kuat, semangat dan siap melakukan tugas-tugas kita.
- Kita memerlukan penguatan ketika kita mendapat tantangan baru.
Dalam Ulangan pasal 1 kita membaca ketika Musa dan bangsa Israel sedang berada di tepi sungai Yordan sebelum memasuki tanah Kanaan. Musa mengulangi hal yang telah dilakukan oleh bangsa Israel selama mereka berada di Padang Belantara. Allah meminta Musa untuk memberi kekuatan kepada Yosua sebelum dia diberi tugas yang baru: Dalam Ulangan 1:38 Allah berfirman kepada Musa : “Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.” Ayat ini mengingatkan kita untuk memberi semangat dorongan kepada Saudara-saudara kita yang diberi tugas sebagai pemimpin dalam melaksanakan pelayanan mereka yang baru. Berikanlah juga semangat bagi pemimpin Saudara, guru SM, orangtua Saudara, Pendeta, Diakon atau orang-orang lain yang menjadi pemimpin.
Dalam kitab Yosua 1:6-9, Allah berfirman kepada Yosua: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”
(JET01122023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk keamanan kota kita dan seluruh NKRI di masa kampanye;
- Doakan persiapan pelayanan Natal 2023 di gereja kita yang di rayakan bersama dalam organisasi gereja;
- Doakan pengerjaan renovasi gedung gereja kita.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat
- Doakan untuk jemaat semakin dewasa dalam iman dan pelayanan
- Doakan supaya Tuhan memampukan orangtua untuk mendidik dan mengasihi anak-anak dalam takut akan Tuhan
- Doakan untuk Jemaat yang bekerja di Malaysia agar terus setia melayani Tuhan dimanapun berada
