“Ya TUHAN beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! Sungguh hanya beberapa telempap saja Kau tentukan umurku; bagi-MU hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya setiap manusia hanyalah kesia-siaan! S e l a.(Mazmur 39:5-7)
Minggu ini penulis membaca dalam surat Efesus 1:3-4: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Menurut firman Tuhan tersebut, Anda dan penulis telah dipilih dan ditentukan oleh Tuhan sejak semula, sebelum dunia ini dijadikan, supaya kita menjadi kudus dan tidak bercacat dihadapan Allah. Bukankah hal itu merupakan berkat terbesar dari Allah untuk kita yang telah dipilih-Nya?
Nah sekarang coba pikirkan hal ini. Berapa usia Anda saat ini? Kalau Anda coba memeriksa kembali hidup yang telah Anda lalui, apakah ada hal yang Anda rasa terlewati, dan Anda menyesal karena sekarang Anda tidak punya kesempatan lagi untuk memperbaiki atau melakukannya?
Hampir setiap kali ikut mengantar orang yang telah meninggal ke upacara pemakaman, penulis sering memerhatikan tulisan pada batu nisan yang ada di setiap makam. Pada batu nisan itu terdapat nama, tanggal lahir dan tanggal meninggal, bahkan foto orang yang meninggal tersebut terpampang di batu nisan itu. Saat melihat batu nisan itu saya sering menghitung umur orang itu ketika dia meninggal. Umur mereka berbeda-beda. Ada yang berumur lebih dari 70 atau 80 tahun, tetapi banyak juga yang masih berusia muda, bahkan bayi. Sambil memerhatikan umur orang-orang yang ada dalam makam itu, timbul juga pertanyaan dalam pikiran penulis: “Apa saja yang telah dikerjakan atau dihasilkan mereka ini sebelum meninggal?”
Pemazmur minta kepada Tuhan untuk memberitahu berapa batas umur yang akan Tuhan berikan kepadanya. Menurut Anda, baik atau tidak baik-kah seandainya kita semua bisa mengetahui berapa batas umur yang akan Tuhan akan berikan kepada kita? Pemazmur berkata bahwa umur dia dan umur kita juga sangat terbatas. Waktu hidup kita sangat cepat berlalu, “time flies”, istilah kerennya. Berapa lama lagi kita akan hidup? Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Kalau kita sia siakan dia tidak akan kembali lagi.
Setiap orang diberi waktu yang sama. Satu hari 24 jam dan satu minggu 7 hari. Yang membedakannya adalah bagaimana kita menggunakan waktu itu. Mazmur 90:12 berkata: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian , hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. Kebanyakan orang sudah mengerti nasihat di atas dan melaksanakannya. Itulah sebabnya semua orang sibuk menggunakan waktunya. Mereka sibuk mencari dan mengumpulkan uang, sibuk membangun karir mereka. Banyak yang sibuk menuntut dan menambah ilmu lagi. Bahkan sibuk memperkokoh kedudukan mereka dalam bidang politik.
Sebagai pengikut Kristus yang telah dipilih oleh Tuhan, kita juga sama memerlukan segala yang dikejar oleh orang orang dunia ini. Tetapi kita harus sadar bahwa yang dipaparkan di atas itu bukan merupakan yang paling utama. Tuhan Yesus bersabda bahwa yang diminta Tuhan dari kita adalah kita menghasilkan buah. “Setiap ranting padaku yang tidak berbuah dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah”. Firman Tuhan menyatakan kepada kita apa yang dikehendaki Tuhan dari dalam hidup kita. “Hai manusia , telah diberitahukan kepadamu apa yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? (Mikha 6:8).
Agar hidup kita sebagai orang yang telah dipilih oleh Tuhan, menghasilkan buah, kita harus hidup tetap di dalam Tuhan. Siapkan waktu setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan. Firman yang kita baca dan renungkan dapat memberi kita hikmat agar kita berlaku adil, tetap setia kepada Tuhan dan firman-Nya, dan bersikap rendah hati di hadapan Tuhan, dan di antara saudara di sekitar kita. Mari kita mengisi waktu kita dengan melayani Tuhan dan sesama. Mari mengisi hari hari yang Tuhan berikan dengan mengutamakan hal-hal yang “bersifat kekekalan”. Inilah nasihat dari Sang Penasihat Ajaib: ”Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
JET, 24112023
(JET24112023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk setiap KPW yang ada , menjadi tempat penginjilan dan pertumbuhan jemaat;
- Doakan supaya setiap pemimpin negara yang saat ini berperang, dapat menundukkan hati pada daulat Tuhan Yang Maha Esa;
- Doakan hikmat TUHAN bagi Panitia Mimbar GBIK dalam menjalankan pelayanan mereka saat ini.
Pokok Doa CABANG SRIBHAWONO, Lampung Timur
- Doakan Pdt. Yulius Eko dari BPW Sumur Bandung yang untuk sementara memegang tugas penggembalaan dan berkotbah di Cab. Sribhawono
- Doakan pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani jemaat boleh terus bertumbuh
- Doakan Kegiatan gereja Cabang Sribhawono dapat berjalan dengan baik
