“Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya;”
(Pengkhotbah 7:13-14)
Pertanyaan besar yang sering datang dalam kehidupan manusia, termasuk para pengikut Kristus adalah: “Mengapa saya atau keluarga saya harus menderita? Bukankah saya atau kami telah setia mengikut Tuhan?” Atau apakah Anda pernah berjuang untuk memahami mengapa Tuhan mengizinkan suatu hal yang tidak nyaman itu menimpa diri Anda atau keluarga Anda?
Marilah kita melihat beberapa sumber dari segala penderitaan atau perkara yang tidak menyenangkan itu terjadi.
Dosa adalah sumber dari segala penderitaan. Dalam Kitab Kejadian pasal 1 kita membaca bahwa ketika Allah menciptakan bumi dengan segala isinya dalam enam hari penciptaan, dan hasilnya dilihat oleh Allah sendiri, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik”. Bahkan setelah Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dan memberkati mereka sebagai suami istri, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik”. (Kejadian 1:31). Tetapi ketika dosa memasuki dunia, penderitaan pun datang bersamanya. Adam dan Hawa harus mengalami kesusahan. Kain membunuh Habil adiknya. Demikianlah dosa semakin banyak terjadi di muka bumi, sehingga penderitaan dan kesusahan juga mulai merajai bumi kita ini.
Jadi ketika kesusahan atau penderitaan terjadi dalam hidup Anda atau keluarga Anda mari meng-instrospeksi diri Anda. Mungkin ada dosa yang harus diselesaikan dengan Tuhan dan/atau dengan orang lain.
Penderitaan atau kesukaran dapat terjadi dalam hidup kita juga karena Perbuatan Kita Sendiri: Terkadang kita menghadapi konsekuensi dari pilihan-bodoh, kurang baik bahkan kurang bijak kita sendiri; Misalnya karena kita kurang bijak dalam mengatur keuangan kita sehingga kita terlibat dalam persoalan keuangan/ terlilit hutang yang sangat menyusahkan.
Penderitaan juga dapat terjadi karena serangan Setan: Tujuan Setan adalah untuk menghancurkan kehidupan dan kesaksian orang percaya, sehingga membuat kita lemah dan tidak berguna untuk tujuan Allah. Dalam Yohanes 10:10 Tuhan Yesus berfirman: “Pencuri (setan) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” . Contoh yang sangat jelas dalam Alkitab ialah Ayub. Iblis menyerang Ayub dengan menghancurkan segala miliknya: Anak-anaknya meninggal, harta bendanya habis. Kemudian karena Ayub masih bisa bertahan, Iblis melanjutkan serangannya melalui penderitaan secara fisik yaitu sakit kulit yang sangat hebat. Ayub bisa keluar sebagai pemenang, karena imannya yang kuat kepada Tuhan.
Agar kita dapat menerima dan “bersahabat” dengan penderitaan itu, marilah kita melihatnya bahwa Allah mengizinkan kesengsaraan itu terjadi dalam hidup kita. Untuk itu pertama-tama kita harus melihatnya dari sudut pandang Allah. Penderitaan atau kesusahan itu terasa sangat berat. karena kita melihatnya dari sudut padang kita. Kekuatan kita sangat terbatas, jadi kalau kita melihat penderitaan itu dari sudut pandang kita, maka pastilah penderitaan atau kesusahan itu akan terasa sangat berat. Tetapi sekarang mari melihatnya dari sudut pandang Allah. Allah adalah Allah yang maha kuasa dan yang mengasihi kita. Pandanglah kepada Allah yang berjanji bahwa Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1Korintus 10:13). Tuhan Yesus yang kita percayai adalah Tuhan yang tidak berubah dan yang tetap mengasihi Anda dan bersama dengan Anda. Tuhan Yesus berfirman: “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8)
(JET 27102023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan program-program Gereja ditahun 2023 Yang sebentar lagi Akan berakhir, agar semua Panitia semakin dapat bertumbuh dalam pelayanan Dan program kerja tercapai dengan baik sesuai Yang Direncanakan;
- Doakan para petugas yang melayani selama Pekan Pemuda senantiasa diberi hikmat dan kebijaksanaan juga ide-ide kreatif;
- Doakan Bangsa kita yang akan mengadakan pesta pemilu tahun depan berjalan dengan aman, damai dan tentram. Doakan aparat keamanan yang mengamankan setiap tempat acara-acara diadakan.
Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur
- Mengucap Syukur pelaksaan Kegiatan gereja berjalan dengan baik;
- Bersyukur untuk tukang yang menolong pengerjaan renovasi mengganti atap yang hampir roboh;
- Bersyukur untuk pelayanan di Cab Sribhawono sampai ada GS yang baru berjalan dengan baik dan lancar.
