“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!;”
(Yosua 24:15)
Yosua menyadari bahwa dirinya merupakan seorang pemimpin dan ucapan seorang pemimpin memiliki dampak yang besar. Perkataan yang keluar dari mulut Yosua merupakan perkataan pernyataan dengan penuh ketegasan akan imannya kepada Tuhan. Ini merupakan sebuah orasi kesetiaan yang luar biasa dari Yosua untuk mengajak umat Tuhan tetap beriman. Perjanjian di Sikhem ini merupakan orasi untuk memperkuat iman suku-suku Israel sebelum 12 suku Israel pergi ke tanah milik pusakanya (Yos.24:28). Apa yang dilakukan Yosua ini berdampak besar bagi Israel sehingga mereka tetap beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua (Yos.24:31).
Dari kisah Yosua tersebut kita mendapatkan sebuah pelajaran berharga bahwa saling menyemangati untuk tetap setia adalah sesuatu yang penting, karena setia itu mahal. Dan kesetiaan kepada Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Tidak perlu untuk menjadi pemimpin seperti Yosua untuk memberi semangat mengenai kesetiaan karena ini merupakan tugas orang yang mengasihi, jika kita mengasihi maka kita akan memberi semangat kepada orang lain untuk tetap beriman. Baik kepada anak, saudara, teman, lingkungan ataupun orang lain yang perlu mendapatkan semangat untuk tetap beriman.
Selain memberikan semangat kepada orang lain untuk tetap beriman, kita juga perlu memberikan contoh kesetiaan itu seperti yang Yosua lakukan dan katakan ‘Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!’. Karena contoh merupakan cara terbaik untuk mendidik seseorang. Jika kita ingin melihat orang yang kita kasihi setia, maka kita perlu setia. Kesetiaan kita dimulai dari hal-hal kecil seperti ketika mau berangkat ibadah tetapi malah hujan, disitulah kesetiaan kita diuji. Jika kita setia, maka kita akan tetap berangkat ibadah, tetapi jika tidak setia maka kita akan memberikan berbagai macam alasan untuk mendasari hal tersebut. Jika hujan air saja tidak berangkat ibadah, bagaimana jika hujan uang?
Oleh karena itu, marilah kita setia kepada Tuhan walaupun terasa sulit dan penuh tantangan. Tetapi percayalah bahwa kesetiaan kita kepada Tuhan tidak pernah merugikan.
Tuhan Yesus memberkati
(YG25102023)
Pokok Doa GBIK:
- Mengucap Syukur atas Gereja yang telah memberikan kesempatan bagi Para Pemuda dapat melayani kegiatan selama seminggu ini dalam rangka Sumpah Pemuda dimulai hari Selasa Di WBI Dan dilanjutkan kembali sampai Hari Minggu;
- Doakan Para Pemuda Dan Remaja yang ambil bagian dalam pelayanan Pekan Pemuda minggu ini Dan doakan mereka agar dapat melaksanakan tugas Dan tanggungjawab pelayanan;
- Doakan dan dukung Pemerintah kita dalam menangani daerah-daerah yang kekurangan air begitu juga dengan cuaca Yang tidak menentu agar mempunyai antisipasi Yang dapat menolong masyarakat.
Pokok Doa TPW GERBANG INDAH, Loleba, Halmahera Timur
- Doakan Pembangunan Gedung gereja dan pastori yang baru;
- Doakan untuk keperluan Ibadah (Sound system : mixer audio, michrophone, speaker aktif;
- Doakan untuk jemaat yang saat ini bekerja dan yang sedang menempuh pendidikan.
