“ Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah”
(Kolose 3:15)
Dalam setiap berbagai bentuk pemberontakan, perang antar negara, perang saudara dan pergolakan pasti akan menelan korban yang besar sejumlah jutaan jiwa. Segala macam upaya sudah dilakukan oleh penguasa negara, seperti perundingan dan gencatan senjata, untuk menghentikan perang agar tidak menelan banyak korban lagi. Meskipun dilakukan berbagai perjanjian dengan atau tanpa syarat, konferensi tingkat tinggi ataupun perundingan damai. Yang menjadi faktor penentu adalah keadaan hati manusia, bukan sekedar situasi keadaan politik yang ada. Pada kitab ( 2 Samuel 15 – 18 ), ada kisah yang menceritakan bagaimana Absalom akan mengadakan kudeta terhadap ayahnya sendiri. Daud, raja Israel yang mempunyai salah seorang anak yang bernama Absalom. Absalom mengumpulkan orang orang yang kecewa dan ingin menggulingkan Daud. Dia ingin merebut kerajaan dari tangan ayahnya. Ahitofel merupakan sahabat dan penasihat terpercaya raja Daud. Dia memiliki hikmat yang luar biasa dan bertindak sebagai juru bicara Allah. Ternyata orang yang sangat dipercayai Daud ini memihak kepada Absalom ( 2 Sam 15:12 ).
Pada suatu saat Daud dikabarkan : “Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom,” Daud sadar bahwa nasihat Ahitofel kepada Absalom dapat meruntuhkan kedudukannya, maka berkatalah Daud: “Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN.” ( 2 Sam 15:31 ).
Oleh karena itu Daud mengutus penasihat terpercaya lainnya untuk menandingi hikmat Ahitofel. Penasihat itu berpura-pura seolah-olah memihak kepada Absalom dan membujuk Absalom untuk mengabaikan nasihat Ahitofel. Strategi ini berhasil dan akhirnya dalam peperangan Absalom kalah dan terbunuh, sedangkan Ahitofel mati bunuh diri.
Daud melihat itu sangat sedih dan meratapi anaknya, juga kehilangan sahabat baiknya oleh karena penghianatan yang dilakukan Ahitofel. Di sini kita mendapat pelajaran, dimana perdamaian tidak mungkin dicapai bersama orang yang masih menyimpan permusuhan di dalam hatinya. Kedamaian hanya dapat ditemui dalam hati yang penuh dengan kehendak baik Allah, hati yang penuh dengan curahan kasihNya dan kepedulian kepada sesama. Malaikat ketika memberitakan kelahiran Kristus berkata : “Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” ( Luk 2:14 ). Alkitab mengatakan bahwa perdamaian tetap tidak akan terwujud selama manusia di dalam hatinya masih menyimpan permusuhan tetapi Kedamaian merupakan pertanda bahwa kita telah mengetahui kehendak Allah ( Kol 3:15 ).
Tuhan Yesus Memberkati.
(MS07102023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi jemaat yang merindukan buah hati (anak) supaya Tuhanq berkati kandungan mereka;
- Berdoa untuk panitia peralatan supaya diberikan kekompakan dan selalu solid dalam bekerjasama dengan panitia2 lainnya untuk kelancaran jalannya ibadah di gereja;
- Berdoa untuk kerukunan umat beragama di Indonesia supaya tidak mudah tersulut emosi yang dapat mengakibatkan perpecahan.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera
- Mengucap syukur untuk seluruh kegiatan persekutuan organisasi baik Sekolah Minggu, KMBI, PBI dan WBI berjalan dengan baik. Demikian juga Ibadah Doa, KPW (ada 3 KPW) dan juga Ibadah Raya di hari Minggu berjalan dengan baik;
- Bersyukur untuk jemaat yang tetap sehat, dan terus setia dalam persekutuan;
- Berdoa untuk Jemaat yang lansia : opa Alex Kanal dan oma Maria Dalonto, Opa Seblum Mahengkeng dan Oma Mariam, Ansiga, Opa Benhard Wangka dan Oma Selfiana Danyel, Opa Andarias dan Oma Abo.
