“karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”
(Efesus 2:18-23)
Dalam Kitab Nabi Yesaya pasal 6 kita membaca bawa ketika Nabi Yesaya melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci, dia mendengar para Serafim berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”. Namun tahukah Anda bahwa maha karya Allah yang terbesar bukan Bali, bukan Pulau Komodo, melainkan Umat Tuhan yang kita kenal sebagai Gereja. Gereja adalah persekutuan dari orang-orang yang telah ditebus oleh darah Kristus yang dicurahkan di atas kayu Salib.
Dalam Efesus pasal 2:10 kita menemukan kata-kata sebagai berikut; “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Sebagai manusia ciptaan Allah, kita dalah ciptaan Allah yang sangat spesial. Kita diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Tidak ada ciptaan Allah selain manusia yang diciptakan segambar dengan Allah.
Demikian pula dengan gereja, Tuhan Yesus besabda kepada Rasul Petrus: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:18) “Batu karang” yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus dalam ayat ini adalah setiap orang yang mengakui Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Tuhan Yesus sendiri berjanji bahwa Alam maut tidak dapat menguasainya. Tuhan Yesus akan menjaga dan memelihara persekutuan dari orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Sebagai sebuah gereja, Tuhan Yesus juga mempunyai tujuan untuk gereja-Nya. Frase “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik” (Efesus 2:10) artinya: karya kasih karunia adalah suatu ciptaan yang baru; bukan perubahan baru dari prinsip-prinsip lama Adam, namun sungguh-sungguh sesuatu yang baru *genue”, dan merupakan karya kekuasaan yang maha kuasa; diciptakan di dalam Kristus. Begitu manusia menjadi ciptaan baru, ia secara terbuka dan nyata berada di dalam Kristus; dan melalui prinsip-prinsip baru, kasih karunia yang diciptakan di dalam dirinya, dia siap, dan mampu melakukan perbuatan-perbuatan baik.
Manusia baru yang dibentuk di dalam Yesus , dibentuk untuk kebenaran dan kekudusan sejati. Hal itu telah ditetapkan Allah sebelumnya agar kita harus berjalan di dalamnya. Gereia atau persekutuan orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus telah “dipersiapkan sebelumnya”; untuk perbuatan baik yang akan dilakukan oleh orang-orang kudus, Tuhan telah menetapkan perbuatan baik untuk dilakukan oleh umat-Nya dan dalam firman-Nya.
Pada waktu keselamatan terjadi dalam hidup kita, Roh Kudus datang mendiami hati orang yang bertobat. Pribadi kita sudah bukan lagi tuan utama dalam kehidupan kita. Yesus adalah Tuan kita sekarang. Sebagaimana ditulis oleh John Newton, “Dahulu saya sesat tapi sekarang saya sudah ditemukan, dahulu saya buta, tapi sekarang saya melihat.” Jadi ketika firman Tuhan menyatakan “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya,” artinya tujuan Allah menyelamatkan kita bukan hanya menyelamatkan kita dari neraka, tetapi juga mencerminkan kepribadian dan kebaikan-Nya kepada dunia. Allah berkenan melihat kita menjadi semakin serupa dengan Anak-Nya. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dosa telah merusak gambar dan rupa-Nya di dalam diri kita. Ketika Allah mengembalikan kita pada Diri-Nya, adalah untuk memulihkan gambar dan rupa-Nya dalam diri kita dan supaya kita menjadi seperti keadaan semula. Ketika Roh Kudus tinggal di dalam kita, Ia menggerakkan kita untuk melakukan hal-hal yang memuliakan Allah. Tuhan Yesus berfirman: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yohanes 14:26). Keinginan untuk menyenangkan Allah bertumbuh seiring dengan pengertian kita tentang Dia. Keinginan menyenangkan Allah menghasilkan perbuatan baik. Sebagai Anggota gereja, apakah Anda siap melakukan perbuatan baik?
(JET15092023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan untuk Organisasi dan Kepanitiaan yang ada di GBIK dapat terus berkoordinasi dengan baik dan dapat bekerja sama dalam melayani Tuhan;
- Doakan untuk para Lansia yang ada di GBIK untuk terus di beri Kesehatan;
- Berdoa untuk TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketentraman NKRI.
Pokok Doa TPW FILADELFIA, Todokuiha, Halmahera Utara
- Berdoa bagi jemaat yang punya pergumulan dan kesulitan, agar terus bersandar dan percaya pada pertolongan Tuhan;
- Doakan pertumbuhan bagi jemaat yang dilayani;
- Doakan Sdr. Fredy yang melayani jemaat TPW Filadelfia agar diberi kekuatan dan hikmat.
