“16Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. 17Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.””
(2 KORINTUS 6:16-18)
Tuhan Allah selalu rindu untuk dapat tinggal di tengah-tengah umat-Nya. Seperti yang tertulis dalam Imamat 26:11-12 :
11Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. 12Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. (ITB)
Jika pada masa Perjanjian Lama, Tuhan Allah berkenan tinggal dalam Kemah Suci, maupun dalam Bait Allah yang dibangun kemudian oleh Raja Salomo, juga sampai masa Perjanjian Baru, lalu bagaimana saat ini Tuhan Allah tinggal di tengah-tengah umat-Nya?
Menjadi orang Kristen pada masa kini, seharusnya juga selalu ada Tuhan Allah dalam setiap kehidupan kita. Terlebih saat ini Tuhan Allah sudah menganugerahkan kepada kita sebagai orang-orang percaya suatu kasih karunia yang memang seharusnya dimiliki oleh orang percaya sejak dahulu, yaitu kita dapat berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan Allah. Tanpa ada lagi penghalang berupa jurang yang sangat lebar dan tak tersebrangi karena dosa-dosa yang kita lakukan.
Namun, saat ini masih banyak orang Kristen hanya berfokus kepada Gedung Gereja sebagai rumah bagi Tuhan di dunia ini. Mereka berfikir bahwa Tuhan hanya tinggal di dalam gereja dan tidak selalu ada bersama dengan mereka di manapun mereka berada. Hal ini juga yang mungkin saat itu masih terpikirkan oleh jemaat di Korintus. Oleh karena itu, rasul Paulus mengingatkan kepada mereka bahwa sebenarnya diri kitalah yang menjadi bait Allah. Seperti tertulis dalam ayat yang ke 16 demikian:
…Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. (ITB)
…Kita ini Rumah Tuhan, yaitu Allah yang hidup. Allah sendiri berkata, “Aku akan tinggal di tengah-tengah mereka, dan hidup bersama-sama mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. (BIS)
Kita harus pahami dengan benar, bahwa Tuhan Allah tidak hanya mau sekedar tinggal dalam sebuah bangunan yang hanya di datangi tidak lebih dari 3 jam setiap harinya. Tuhan Allah mau tinggal dalam diri kita, hidup bersama-sama dengan kita dan memiliki hubungan yang dekat kembali dengan kita.
Sebelum mengenal dan percaya kepada Yesus, hidup kita terpisah dari-Nya. Yesus berada di luar dari kehidupan kita, karena hidup kita yang masih dikuasai oleh diri kita dan kuasa dosa. Namun setelah kita mengenal pribadi Yesus Kristus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka seharusnya kita memberikan seluruh hidup kita kepada-Nya dan Dia akan bertahta dalam segala aspek kehidupan kita.
Biarkan Tuhan Allah bertahta dan tinggal dalam hidup kita, karena memang diri kita ini adalah bait Allah. Tempat kediaman Allah dan bertahta atas seluruh kehidupan kita. Dengan demikian maka hidup kita bukanlah lagi milik kita sendiri. Sehingga kita harus tetap menjaga kondisi hidup kita supaya Allah yang kudus itu, mau tetap berkenan untuk tinggal di dalam diri kita.
Ini juga yang rasul Paulus ingatkan, supaya menjaga kehidupan kita dari hal-hal yang tidak diperkenan oleh Allah.
Sebab itu : Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. (ITB)
Sebab itu, tinggalkanlah orang-orang yang tidak mengenal Allah itu, dan pisahkanlah dirimu dari mereka. Janganlah berhubungan sama sekali dengan yang najis, maka Aku akan menerima kamu. (BIS)
Dengan meninggalkan segala kecemaran, kenajisan dan ketidakberkenanan Tuhan Allah dari segala kehidupan kita, maka Tuhan Allah tetap berkenan tinggal dan bertahta dalam diri kita. Sehingga dalam kehidupan kita, Tuhan Allah saja yang berotoritas penuh. Tuhan Allah akan hidup bersama dengan kita, menjadi Bapa kita.
Jagalah kondisi kehidupan kita saat ini, supaya Tuhan Allah yang kudus itu akan berkenan tinggal dan bertahta dalam diri kita. Bukan lagi hanya tinggal dalam sebuah gedung yang tidak selalu didatangi umat-Nya setiap waktu. Karena Tuhan Allah rindu ada selalu bersama dengan kita, hidup bersama dengan kita, dan menjadi Bapa kita.
Mari, terus berusaha menjadikan diri kita layak untuk menjadi rumah bagi Tuhan Allah yang kudus.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(NAK11092023)
Pokok Doa GBIK:
- Mengucap Syukur pelaksanaan kegiatan di GBIK selama satu minggu WBI, PBI, Jam Doa, KMBI, Sekolah MInggu, Ibadah Pagi 1, 2 dan Ibadah sore dapat berjalan dengan baik;
- Doakan pelaksanaan Persekutuan Wanita Baptis-Asia tanggal 11-14 September 2023 di Jakarta dapat berjalan dengan baik dan lancar;
- Doakan daerah-daerah yang saat ini kekurangan Air bersih pemerintah setempat dapat segera mengatasinya.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur jemaat sudah masuk masa tanam padi baru;
- Doakan saat ini gereja memerlukan LCD proyektor, tempat parkir kendaraan, Sumur bor, Mesin potong rumput;
- Doakan Kelas persiapan baptisan 3 orang.
