“7Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” ”
(YESAYA 52:7 ITB)
Bulan ini, negara kita Indonesia memperingati hari Kemerdekaannya yang ke 78 tahun. Coba kita mengkondisikan diri kita sejenak sekitar 78 tahun yang lalu, ketika negara kita belum memperoleh kemerdekaan atau kebebasan dari kejamnya penjajah yang ada saat itu. Betapa rindunya, inginnya dan hausnya para pejuang, juga para masyarakat yang ada saat itu untuk bisa merdeka dan terbebas dari kejamnya penjajah selama itu. Sampai akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945, kabar yang mereka nantikan selama ini mereka dengar berkumandang di berbagai media. Dapat kita bayangkan betapa senangnya, bahagianya, dan puasnya seluruh pejuang dan Masyarakat negara Indonesia kala itu. Ketika mereka mendengar bahwa mereka sudah merdeka, sudah bebas, sudah tidak lagi merasakan perbudakan oleh para penjajah. Pastilah orang-orang yang menyampaikan kabar kemerdekaan itu akan disambut dengan penuh sukacita.
Demikian juga konteks yang sedang terjadi dalam nas yang kita baca hari ini. Ketika nabi Yesaya menyampaikan firman Allah ini, saat itu juga bangsa Israel sedang dalam masa pembuangan dan perbudakan di Babel. Dalam kondisi yang tertindas, tentu saja pasti sangat merindukan kebebasan dan kemerdekaan. Walaupun kita tahu, bahwa pembuangan dan perbudakan mereka di Babel adalah hukuman atas ketidaktaatan mereka kepada Allah. Namun, Allah masih mau melakukan perkara untuk membebaskan mereka.
Dalam ayat 8 sampai 10 dikatakan demikian:
8Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. 9Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.
Betapa senang dan bahagianya ketika bangsa Israel mendapatkan kabar berita seperti demikian. Ditengah kesulitan yang mereka alami, Allah masih mengindahkan mereka dan hendak memberi keselamatan bagi mereka. Tentulah pembawa kabar berita ini akan sangat dinanti-nantikan kedatangannya.
7Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” (ITB)
Sebagai orang percaya, kita sudah menerima keselamatan kekal di dalam pribadi Yesus Kristus yang sudah menebus kita dengan menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai korban menggantikan kita mati di kayu salib. Kita sudah mendapatkan kasih karunia yang sangat melimpah dalam hidup kita. Apakah kita hanya akan menyimpan kabar baik tentang keselamatan yang sudah kita dapatkan itu dalam hati kita? Di luar sana masih ada banyak orang yang belum mengenal dan mengerti tentang keselamatan yang Allah janjikan dalam pribadi Yesus Kristus. Maukah kita, menjadi para pembawa kabar baik, kabar sukacita, kabar keselamatan, bagi orang-orang yang sampai hari ini masih menantikan kedatangan berita baik tentang keselamatan kekal itu?
Mari, kabarkanlah berita baik yang sangat dinanti-nantikan oleh banyak orang di dunia ini. Sehingga mereka pun akan mendengar, dan juga secara pribadi beroleh keselamatan kekal yang sudah kita terima dan rasakan sebelumnya dalam hidup kita melalui pengorbanan Yesus Kristus. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(NAK07082023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi Gereja dalam melaksanakan KKR pada tgl 25-27 Agustus, agar Pembicara dapat mempersiapkan diri dengan baik;
- Berdoa bagi Panitia KKR Dan Panitia PI GBIK, Yang Akan mengatur dan menyusun Acara dengan baik agar banyak Jemaat Dan keluarga dapat menghadiri KKR;
- Berdoa bagi semua Panitia Yang telah Di pilih untuk bertugas agar tetap berdoa bagi Gereja Dan keluarga untuk Hadir dalam KKR selama 5 Kali pertemuan.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Berdoa untuk Keperluan mahasiswa STT dalam melayani di bagian pemuda dan Sekolah Minggu;
- Doakan Keperluan untuk melayani di bidang musik, Sekarang ada 3 orang yang sedang kursus musik: Jeslyn, Meko dan Nando;
- Proses pembelian lahan dan bangunan di samping gereja bisa selesai dan dipergunakan untuk pengembangan gereja dan jemaat.
