“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
(Gal.5:13)
Kemerdekaan merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan, benar? Absolutely right karena kemerdekaan membebaskan kita dari sesuatu yang menyakitkan, mengancam dan membahayakan. Begitupula dengan orang percaya yang telah dimerdekakan dari kuasa dosa. Berbahagialah!
Namun ada satu fakta yang perlu dicermati mengenai arti merdeka dalam nats ini yaitu bahwa kata merdeka yang dipakai oleh Paulus tidak mengacu kepada merdeka sepenuhnya. Kata ‘merdeka’ ἐλευθερία eleutheria {el-yoo-ther-ee’-ah} dari akar kata ἐλεύθερος eleutheros {el-yoo’-ther-os} yang memiliki arti bebas, tidak terikat oleh kewajiban memiliki satu pengertian lain yang jauh lebih pas dan penting yaitu kebebasan sejati adalah hidup sebagaimana mestinya bukan sesuka kita. Hal ini menandakan adanya sebuah batasan.
Merdeka tapi masih diberi batasan? Ya, memang itulah faktanya. Oleh karena itu Paulus mengatakan ‘janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan dengan salah’ yang merupakan sebuah batasan dalam kemerdekaan Kristen. Seperti halnya Indonesia yang telah merdeka tetapi masih terdapat batasan-batasan yang mengatur kehidupan, contoh : kita sudah merdeka namun ketika berkendara tetap harus mentaati peraturan lalu lintas yang ada. Hal itu juga berlaku dalam kemerdekaan Kristen dimana orang percaya yang notabene sudah dimerdekakan tetap harus mentaati kemauan Allah yang telah tertulis dalam Kitab Suci. Orang percaya harus mentaati perintah dan kemauan Allah dalam status kemerdekaannya sehingga orang percaya tidak jatuh kedalam dosa dengan mempergunakan kemerdekaan dengan bebas. Mempergunakan kemerdekaan dengan bebas artinya hidup menurut keinginan daging dan itulah ragi orang percaya.
Sedikit saja ragi atau dosa dapat menjadi jalan masuk dosa lain karena ragi memiliki sifat mendominasi (Gal.5:9). Inilah yang menjadi fokus Paulus dalam melayani sehingga orang percaya yang telah dimerdekakan tidak lagi memberikan ruang bagi ragi dalam kehidupan orang percaya. Untuk dapat menghindari ragi, orang percaya harus fokus pada perintah, kemauan Allah dan mengesampingkan kedagingan. Jangan sampai kita sebagai orang merdeka memberikan ruang bagi ragi dan hidup berdasarkan kedagingan diri karena kehidupan seperti itu sangat menodai karya keselamatan yang suci. Sebaliknya orang percaya yang telah dimerdekakan memilih hidup berdasarkan batasan-batasan yang Allah berikan.
Kemerdekaan dalam batasan Allah tidak pernah merugikan, Tuhan Yesus memberkati .
(YG05072023)
Pokok Doa GBIK:
- Dukung dalam doa Sekolah Minggu kita tetap dapat memberikan pelajaran yang dapat digunakan pada semua kelas dengan menumbuhkan iman melalui Sekolah Minggu;
- Doakan kewaspadaan beberapa wilayah Indonesia agar bisa mengantisipasi bila terjadi bencana alam;
- Jemaat GBIK yang berprofesi sebagai ASN kiranya dapat bekerja dengan baik, tanggung jawab, punya hati melayani dan menjadi berkat di lingkungan kerjanya.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat
- Doakan jemaat yang baru berangkat ke Malaysia Ibu Elis dan Sdri. Natal kirannya Tuhan berikan pekerjaan yang tepat dan kesehatan saat jauh dari keluarga;
- Mengucap Syukur Pelaksanaan acara Ulang Tahun gereja berjalan dengan baik dan seru;
- Doakan Musim kemarau ini sumur gereja kering, doakan agar hujan sehingga sumur gereja ada air lagi.
