“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
(YOSUA 24:15)
Bicara mengenai penyembahan dalam hidup keKristenan kita, apakah kita sudah paham benar siapa Allah yang kita sembah? Yakinkah kita dengan pilihan kita? Atau justru ternyata masih ada keraguan dalam hari kita untuk menyembah Allah kita saat ini.
Dunia menawarkan banyak allah-allah palsu kepada kita. Seperti yang disampaikan oleh Yosua saat itu, ada allah-allah para nenek moyang mereka, atau allah-allah yang disembah oleh orang-orang disekitar mereka. Ternyata tidak hanya pada saat itu, bahkan sampai hari ini masih ada banyak praktik penyembahan kepada allah-allah palsu ini seperti pada jaman Yosua dan bangsa Israel saat itu.
Sebagai orang Kristen, kita harus memahami dengan benar iman kepercayaan kita. Seperti Yosua yang tetap berpegang kepada pendirian imannya. Terlebih ketika kita sudah merasakan berkat dari Allah yang demikian luarbiasa dan melimpah dalam kehidupan kita, terutama berkat keselamatan dan anugerah menjadi anak-anak Allah. Berkat yang demikian tidak dapat kita jumpai dalam pribadi allah-allah yang dunia tawarkan.
Yosua, paham benar bagaimana Allah sudah memberkati bangsanya hingga memperoleh semua yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang mereka. Perjalanan yang tidak singkat, tidak mudah dan melalui banyak sekali rintangan dan masalah, namun Allah tetap menepati janji-Nya. Allah yang mengasihi umat-Nya, Allah yang menepati janji-Nya, Allah yang senantiasa memberi kesempatan kepada kita untuk berbalik kepada-Nya, Allah inilah yang kita sembah sampai hari ini.
Ditengah kehidupan yang sulit saat ini, dan dunia menawarkan segala jalannya, maka kita sebagai orang-orang percaya saat ini, jangan pernah ragu, jangan pernah bimbang. Jangan pernah mau tergoda oleh kenikmatan-kenikmatan yang ditawarkan oleh allah-allah palsu, yang hanya dapat dinikmati sesaat namun ujungnya menuju maut.
Buatlah komitmen dan yakinlah, bahwa Allah kita adalah Allah yang benar. Seperti Yosua, mau berkomitmen bersama dengan keluarganya untuk menyembah Allah yang benar.
Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! (ITB)
Tetapi kami, saya dan keluarga saya akan mengabdi hanya kepada TUHAN. (BIS)
Mereka mau berkomitmen menyembah Allah yang sudah memberkati kita secara luar biasa hingga dapat memperoleh berkat yang dijanjikan-Nya. Tidak ada lagi keraguan dalam hati Yosua dan keluarganya untuk terus hidup dalam penyembahan kepada Allah yang benar.
Sekalipun ada banyak allah-allah di dunia ini yang menawarkan segala berkat, namun tidak ada yang layak disembah kecuali Allah kita. Jangan pernah ragu dan menduakan-Nya, karena Allah kita sajalah yang benar dan layak disembah sepanjang kehidupan kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati
(NAK19062023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam hal ini penegak hukum dapat menangani tindak pidana berjalan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia sehingga menciptakan efek jera dan berkeadilan bagi Rakyat Indonesia;
- Doakan GBIK dapat mengemban tugas dan tanggung jawab dalam memelihara Iman Jemaat sehingga iman jemaat boleh bertumbuh dewasa dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan keperluan jemaat yang sedang mencari sekolah dan kuliah dapat tercapai serta dapat tercukupi keperluan biayanya.
Pokok Doa GBIK BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur
- Bersyukur untuk kegiatan Gerejawi terlaksana dengan baik dan lancar : Ibadah Minggu, Jam Doa, KMBI, WBI, PBI;
- Bersyukur untuk 2 Simpatisan baru : Sdr. Farell & Bpk. Candra;
- Doakan Persiapan SIL (Sekolah Injil Liburan) yang direncanakan diadakan pada akhir bulan Juni 2023.
