“Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah”
(Yakobus 1:19-20)
Mengendalikan diri adalah suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan. Memang hal ini sangat sulit terlebih kita berada di jalan raya seperti Jakarta ini. Yang mana lalu lalu lintas begitu ramai dan padat sehingga satu dengan lainnya tidak ingin terhalang bahkan didahului. Kita sadar atau tidak sadar juga melakukan hal tersebut. Demikian bagaimana kita mengemudikan kehidupan di dalam dunia ini. Kadang kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain dan kita akan melakukan komplain atau teguran kepada orang lain. Dan bila orang lain berbuat baik kita sulit untuk mengatakan dan bahkan memuji dengan kata kata sungguh baik perbuatannya. Bila kita sadar maka kita bisa instropeksi diri sendiri apa yang sudah kita lakukan. Dan ini membuat hati dan sikap kita yang mau menang sendiri akan terkikis. Kita kadang bersemangat menuntut keadilan dalam situasi kita juga tidak bisa melakukan hal yang adil kepada orang lain. Kesenjangan antara iman dan tindakan tidak terasa kita lakukan dalam kehidupan. Kitab Yakobus 1:19-20 berbunyi : Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Lalu Yakobus mengatakan : Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Ayat 21-22). Kemarahan kita bisa dinyatakan dalam kata kata dan dengan sikap yang tidak suka. Memang manusia tak satu pun yang sempurna. Cara kita mengemudikan kehidupan perlu bantuan. Sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus tentu diawali dengan pengakuan dan kerelaan untuk memohon pertolongan Allah untuk terus membuang sisi buruk dari karakter kita. Bapa yang ada di Sorga amarah kadang dapat menguasaiku, sehingga aku dapat melontarkan kata-kata yang bisa menyakitkan orang lain. Tolonglah aku untuk berubah dalam sikapku ini. Tuhan Yesus memberkati Amin.
(MS03062023)
Pokok Doa:
- Berdoa untuk panitia tolong menolong supaya diberikan hikmat dan penyertaan Tuhan dalam setiap pelayanannya supaya jemaat yang membutuhkan dapat terberkati dan terperhatikan;
- Berdoa untuk jemaat yang memerlukan dana untuk sekolah anak-anak nya, terutama yang akan naik ke tingkat lebih tinggi supaya diberkati Tuhan sehingga segala kebutuhan untuk pendidikan anak-anaknya dapat tercukupi;
- Berdoa supaya anak-anak dan orang dewasa akan mencari Allah dengan segenap hati mereka. (Yeremia 29:13).
Pokok Doa Cabang Marga Mulya, Monterado, Kalimantan Barat
- Doakan guru-guru Sekolah Minggu yang ada Tuhan berikan semangat dan dedikasi dalam pelayanan;
- Doakan persiapan SIL, guru-guru yang mengajar Tuhan berikan kemampuan dan Tuhan mampukan orang tua untuk mengantar anak-anaknya serta murid-murid SIL setia hadir dari awal sampe akhir;
- Doakan pemulihan Pdm. Natanael pasca operasi pengakatan batu ginjal.
