“Sebab itu, aku menasehatkan kamu, aku orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu”
(Efesus 4: 1)
Ayat nats terebut di atas ditulis oleh seorang yang telah memiliki pengalaman luar biasa dipanggil Tuhan Yesus secara langsung, di tengah ia dan kawan-kawan serombongan sedang dalam perjalanan hendak menganiaya anak-anak Tuhan di kota Damsyik. Berkat pengalaman itu, Paulus berbalik seratus delapan puluh derajat, dari orang yang mengejar-ngejar pengikut Kristus, menganiayanya, memasukkannya ke dalam penjara, menjadi saksi Kristus yang militan.
Ketika Allah memanggil, Paulus tidak dapat mengelak lagi untuk tidak memenuhi panggilannya, karena tidak memiliki pilihan lain untuk tidak memenuhinya. Ketika Yesaya dipanggil untuk diutus menjadi hamba-Nya, sekalipun ia merasa sebagai orang yang tidak layak karena kenajisannya, tetapi akhirnya ia dengan penuh keyakinan menjawab, “Ini aku, utuslah aku”. Bagaimana sikap kita seharusnya ketika Tuhan memanggil kita?
Pertama-tama Tuhan memanggil kita pasti untuk bertobat dari segala dosa dan salah kita, meninggalkan hidup lama kita yang bergelimang dosa, berbalik menjadi hidup baru dalam Kristus (2 Kor. 5: 17). Setelah itu kita dipanggil untuk menjadi murid-murid-Nya. Melalui orang percaya, Tuhan memanggil semua orang untuk menjadi murid-murid-Nya (Mat. 28: 19-20). Dari ayat yang sama ini, Tuhan memanggil kita untuk menjadi saksi-Nya di manapun Tuhan tempatkan kita.
Apa yang harus kita lakukan ketika Tuhan menghendaki kita bertobat? Jawabnya jelas lakukan seperti apa yang dikehendaki-Nya yaitu bertobat dan berbalik dari jalan-jalan kita yang salah. Ketika Tuhan menghendaki kita menjadi murid-murid-Nya, turuti perintah-Nya dan bersiaplah menjadi murid yang baik bagi-Nya. Ketika Tuhan menghendaki kita untuk menjadi saksi-Nya, taati perintah-Nya dengan bersiap diri memberi kesaksian bagaimana Tuhan sendiri telah menyelamatkan hidup kita.
Pembaca SRHI yang dipanggil Tuhan menjadi saksi-Nya, jangan pernah meragukan panggilan Tuhan untuk apapun yang dikehendaki-Nya. Kalau Tuhan memanggil kita, pastilah Dia melengkapi kita dengan ketrampilan dan pengalaman untuk melaksanakannya, sehingga kita pasti mampu melaksanakan panggilan tersebut. Selamat menyambut panggilan-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14032023)
Pokok Doa:
- Doakan hikmat Tuhan bagi Panitia Mimbar;
- Doakan pemulihan kesehatan beberapa jemaat dan anggota keluarga nya yang sakit;
- Doakan pelayanan di WBI dan PBI , dalam menjangkau jiwa dan saling menguatkan;
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Doakan semangat jemaat untuk terus setia berbakti dan melayani;
- Doakan pelayanan untuk asrama dapat menjangkau lebih banyak anak;
- Doakan keamanan asrama yang beberapa kali kemalingan di bulan Februari, agar anak-anak asrama lebih tertib menyimpan dan menjaga barang-barangnya.
