“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
(1Yohanes 4:8)
Bila kita membaca Alkitab maka akan tahu bagaimana rencana Allah terhadap manusia. Awalnya Allah menciptakan alam semesta, antariksa dan tumbuh-tumbuhan serta hewan. Semua baik adanya. Setelah itu Allah melihat tidak ada yang memelihara menikmati dan mengusahakan ciptaanNya. Maka diciptakanlah manusia pria dan wanita pasangan yang setara dan dikatakan semuanya adalah sangat baik, sungguh amat baik. Tetapi manusia akhirnya jatuh dalam dosa, diusir oleh Allah ke dunia. Manusia harus berusaha keras untuk memenuhi kehidupan di dunia. Manusia semakin lama menjauhi Allah dan mencari allah lain untuk menolong mereka. Allah melihat manusia tidak mampu untuk mendekat kepada Allah dan senantiasa melanggar hukum hukum Allah. Allah yang maha kasih dalam rencana keselamatan melalui seseorang didunia bernama Abraham untuk diberkati, menjadi berkat, menjadi bangsa yang besar dan daripadanya akan lahir juru selamat. Dari keturunan Abraham, Ishak, Yakub, melalui Yusuf dan Maria lahirlah Yesus Kristus sang juru selamat. Janji Allah kepada Abraham sudah digenapi.
Manusia dipanggil untuk bertobat dan percaya bahwa Yesus adalah satu satu nya jalan menuju Bapa di Sorga. Yesus yang Maha Kasih telah datang memanggil kita untuk kembali kepada-Nya. Yesus dengan kasih berkorban mati dikayu salib untuk menghapus dosa manusia. Setelah Yesus mati, dikubur, bangkit dan naik ke Sorga, dan mengutus Ros kudus memimpin menolong orang percaya.
Yesus ingin kita taat dan patuh dan setia kepada kebenaran dan sesuai Firman Tuhan.
Ujilah diri kita sendiri apakah ada kasih dalam diri kita sehingga buah roh akan terpancarkan melalui perilaku dan perbuatan kita. Janganlah pelayanan kita seperti Yesus katakan kepada jemaat di Efesus bahwa mereka bekerja dengan jerih payah dan ketekunan tidak didasari dengan iman dan kasih (Why 2:2-4). Awalnya Tuhan Yesus sangat memuji segala pekerjaan dan pelayanan yang dilakukan jemaat karena kesabaran mereka dalam menanggung penderitaan oleh karena nama-Nya, dan mereka tidak mengenal lelah. Namun akhirnya Yesus mencela mereka karena mereka telah meninggalkan kasih mereka yang semula kepada Tuhan (Wahyu 2:4). Kasih menjadi sangat penting bagi Tuhan Yesus karena itu berbicara mengenai diri Tuhan Yesus. Ketika seseorang dikatakan “meninggalkan kasih mula-mula”, itu bukan hanya sekedar perasaan emosi belaka, namun memiliki pengertian yang dalam bahwa orang tersebut telah menjauh dari Tuhan Yesus sendiri.
1 Yoh 4:8 berkata, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
Mari kita melayani dengan dilandasi kasih Tuhan, karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita dan kita mengasihi Allah. Bekerja dan melayani bukan hanya karena kita bergereja, mau dipuji, tugas atau kewajiban fokus kepada diri sendiri. Lebih dari itu kita bekerja dan melayani karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita, kita hidup dalam kasih Tuhan dan memancarkan kasih Tuhan kepada sesama manusia.
Tuhan Yesus memberkati Amin.
Pokok Doa:
- Berdoa untuk korban kebakaran depo pertamina plumpang supaya Tuhan memberikan kekuatan dan pertolongan melalui pemerintah dan masyarakat yang tergerak hatinya supaya masyarakat yang terdampak segera dipulihkan;
- Berdoa untuk anak-anak pelajar kita menjelang ujian kenaikan tingkat supaya dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga dapat diterima di sekolah atau universitas yang diharapkan.;
- Berdoa untuk pemerintah daerah supaya diberikan hikmat dalam mengatasi banjir dan memperbaiki infrastruktur / fasilitas umum yang rusak akibat hujan ataupun banjir.
Pokok Doa Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara
- Mengucap Syukur semua kegiatan gereja berjalan baik dan lancar;
- Mengucap Syukur telah terlaksanannya Pekan Doktrin 15-19 Februari berjalan dengan lancar;
- Mengucap Syukur atas pelaksanaan Baptisan pada tanggal 19 Februari 2023, dan Pemberkatan Nikah Januar & Susanti 23 Februari 2023 berjalan dengan lancar berkat pertolongan Tuhan;
Rencana Pengorganisasian GBIK Cab. Lyman-Munson pada tanggal 28 Juni 2023.
