“Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.” Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat — . Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus””
(Ibrani 10:6-10)
Dalam kitab Injil kita menemukan beberapa peristiwa Tuhan Yesus mengampuni orang yang berdosa. Dalam Injil Yohanes pasal 5 Tuhan Yesus menyembuh orang yang sudah 38 tahun sakit dan terbaring di dekat kolam Betesda. Ketika orang yang sudah sembuh ini bertemu dengan Tuhan Yesus di dalam Bait Allah, Tuhan Yesus berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” (Yohanes 5:14). Demikian pula dalam Injil Yohanes pasal 8, kita membaca ahli-ahli Torat dan orang-orang Farisi menghadapkan seorang wanita yang tertangkap berbuat zinah. Mereka meminta agar Tuhan Yesus mengadili dan menghukum wanita ini sesuai dengan hukum torat yaitu merajam dia dengan batu. Tetapi setelah Tuhan Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”, merekapun pergi meninggalkan wanita tersebut. Setelah orang-orang itu pergi, Yesus berkata kepada wanita itu: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11). Dalam Injil Lukas pasal 23 kita membaca bahwa ketika Tuhan Yesus sedang terpaku pada kayu salib di bukit Golgota, salah seorang dari dua orang penjahat yang juga disalibkan bersama dengan Dia berkata kepada-Nya: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Tuhan Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:42-43)
Anda mungkin bertanya, “Apakah Tuhan telah mengampuni semua dosa saya, bahkan dosa-dosa yang dahulu saya lakukan dengan sengaja dan berulang-ulang, yang saya lakukan saat itu”? Dengan tegas firman Tuhan menjawabnya: “YA” . Itulah kabar baik dari dalam firman Tuhan yang kita percayai. Dalam Alkitab yang adalah firman Tuhan, tertulis “Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu”. (Mazmur 103:9-14). Puji Tuhan, itu sangat luar biasa. Firman Tuhan ini menyatakan kepada kita bahwa semua orang yang percaya kepada Tuhan (takut kepada Tuhan) semua kesalahannya diampuni. Bukan hanya 52 persen atau 85 persen yang diampuni, Tuhan mengampuni secara total – seluruhnya, seratus persen!!
Dalam Kristus Yesus, kita yang percaya kepada-Nya benar-benar diampuni. Semua dosa kita, baik dosa masa lalu, dosa saat ini dan dosa di masa yang akan datang, seluruhnya diampuni. Dalam Ibrani 10:14-15, 17-20 tertulis: “14Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, – – – 17dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” 18”Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa”. Karena itu, “saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.”
Bukankah pernyataan tersebut di atas luar biasa? Sekarang apa tanggapan Anda, saudara-saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan? “Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:22-24)
(JET100223)
Pokok Doa:
- Mendoakan untuk Kondisi keamanan serta kerukunan hidup seluruh rakyat Indonesia, supaya rakyat Indonesia bersama-sama menjaga NKRI dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia sehingga terjalin perdamaian dalam masyarakat. Para pemimpin bangsa, pejabat pemerintah dan aparat keamanan supaya dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik;
- Panitia Mimbar agar diberikan hikmat dalam mengusulkan Gembala Sidang GBIK menggantikan Pdt Radik Irianto yang memasuki masa purna pelayanan bulan Maret 2023;
- Memohon berkat Tuhan bagi setiap keluarga yang ada di GBIK terutama para orang tua yang berkerja atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, agar mereka dapat diberkati untuk memberikan rezeki yang baik di hadapan Tuhan bagi keluarganya.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Berdoa untuk jemaat yang sedang mencari Pekerjaan, ada Pak Silitonga, pak sihombing dan pak Purba;
- Berdoa untuk jemaat agar bisa melibatkan diri Untuk melayani di Gereja;
- Mendoakan program gereja tahun 2023 berjalan dengan baik.
