“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
(Yesaya 40:28-31)
Seperti yang kita ketahui dan alami, kehidupan kita saat ini di dunia justru semakin sulit, semakin berat. Tidak sedikit orang Kristen juga menjadi lemah, letih, dan lesu menghadapi keadaan yang seba sulit ini. Mengapa hal ini terjadi? Banyak dari mereka yang lebih memilih mengandalkan kemampuan dan kekuatan mereka sendiri, yang pastinya terbatas dan akan habis pada saatnya.
Yesaya menyampaikan kepada kita semua, bahwa TUHAN ialah Allah yang kekal, yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung, Ia tidak menjadi lelah dan lesu (ayat 28). Coba kita bayangkan, menciptakan bumi, bahkan alam semesta ini dan segala isinya, siapa yang mampu melakukannya? Adakah manusia yang mampu? Kerja 6 hari dalam 1 Minggu, 8 jam dalam sehari saja sudah mengeluh, padahal juga menerima gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya. Ada manusia yang mampu mengerjakan pekerjaan yang TUHAN Allah lakukan? Pasti tidak ada, jadi untuk apa kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan manusia yang terbatas dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan TUHAN Allah.
Andalkanlah TUHAN Allah, maka seperti yang disampaikan oleh nabi Yesaya, maka TUHAN akan memberi mereka kekuatan baru (ayat 31a). Bahkan diumpamakan seperti burung rajawali. Burung rajawali adalah salah satu burung yang dijadikan simbol dari kekuatan karena sama seperti yang disampaikan oleh nabi Yesaya, bahwa mereka mampu naik terbang bahkan sangat tinggi dengan kekuatan sayapnya, kemudian mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (ayat 31b).
Demikianlah orang-orang Kristen yang senantiasa hidup mengandalkan TUHAN. Ketika keadaan membuat banyak orang menjadi lesu dan lemah, tapi orang-orang Kristen akan tetap beroleh kekuatan untuk mampu menghadapi keadaan sesulit apapun itu, bersama TUHAN.
Tetaplah mengandalkan TUHAN, dalam segala aspek kehidupan kita di dunia ini.
Amin
(NAK02022023)
Pokok Doa:
- Pemerintah dapat diberkati agar penuh hikmat dalam menjaga perekonomian negara dalam kondisi baik, serta menjamin kesejahteraan rakyat dalam mata pencaharian serta penyediaan lapangan kerja;
- Kebutuhan anggaran rutin gereja per bulan sebesar 250jt dapat terpenuhi agar pekerjaan Tuhan di GBIK dapat terselenggara dengan baik, dan setiap jemaat GBIK dapat terus setia dalam memberikan persembahan dan perpuluhan sebagai ucapan syukur atas berkat Tuhan dalam hidupnya;
- Jemaat, dapat terus setia dalam setiap acara persekutuan di gereja, tidak hanya setia dalam Sekolah Minggu dan Ibadah Minggu saja tetapi juga dalam Ibadah Doa Rabu, Doa Fajar Sabtu, PBI, WBI, KMBI, Naomi, Harmoni, dan persekutan lain di gereja, serta iman para Jemaat dapat terus bertumbuh dan menjadi berkat bagi lingkungannya.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Mengucap Syukur untuk Kegiatan gereja Ibadah hari minggu rata-rata kehadiran sudah 30 orang;
- Mengucap syukur jemaat yang lama tidak setia sudah kembali setia;
- Mendoakan jemaat yang sedang sakit dan pemulihan: Gabriel (anak Gembala Sidang), Bpk. Yadmadi, Bpk. Saltiel.
