“Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,”
(Ibr. 6:1)
Ibrani 6:1 “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,”
Dengan menjadi orang tua, kita sekarang tentunya mengerti bahwa merawat seorang bayi itu menyenangkan meski begitu melelahkan, karena di jaman ini, produk-produk bayi lebih hebat dan berteknologi tinggi dibanding ketika jaman kita dulu apalagi yang hidup di pedesaan. Orang tua sekarang dapat memilih benda-benda kecil yang menyertai proses tumbuh kembang mereka.
Awalnya, bayi tidak bisa melakukan banyak hal dan mereka sepenuhnya bergantung pada orang tua, khususnya ibu mereka. Tapi kemudian usia mereka mulai bertambah dan mulai makan makanan bayi. Setelah itu, mereka bisa makan makanan yang sudah dicincang-cincang kecil. Tetapi tentunya kita juga sudah membuat mereka tertarik untuk makan dengan menirukan suara pesawat menggunakan sendok. Itu semua tidak menjadi masalah. Tetapi akan menjadi masalah ketika anak kita berusia 13 tahun dan kita masih harus menirukan suara pesawat untuk membuatnya makan.
Sebagai orang tua pasti ingin mengajarkan anak-anaknya untuk mandiri. Kita pastinya ingin mengajarkan anak untuk makan makanan orang dewasa. Kita pastinya ingin mengajarkan anak untuk menjadi orang dewasa yang pada akhirnya bisa mengurus diri sendiri bahkan orang tua mereka kelak. Ini adalah bagian dari proses menjadi dewasa.
Ada orang-orang percaya yang telah mengenal Allah selama puluhan tahun tapi mereka masih layaknya bayi. Mereka butuh makanan rohani dalam bentuk potongan-potongan kecil, semuanya harus menghibur, semuanya harus selalu menyenangkan. Namun Alkitab mengatakan, “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,” (Ibrani 6:1).
Saya pikir sudah saatnya bagi kita semua untuk menjadi jemaat Allah yang matang atau dewasa, sebab kehidupan kristen adalah soal mengikut Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat kita, tetapi juga sebagai Bapa kita. Tuhan memberkati.
(AP13102022)
Pokok Doa:
- Kondisi politik negara kita menjelang pemilu 2024 supaya keadaan tetap kondusif dan damai;
- Tidak ada pihak-pihak yang membuat gaduh kondisi politik negara kita;
- Para calon Presiden dalam menjalankan masa pra kampanye untuk menarik dukungan masyarakat menggunakan cara-cara yang positif supaya keadaan negara tetap tenang dan damai, bebas dari isu SARA.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Kesehatan jemaat Lansia: Ibu Omba;
- Jemaat yang sedang kuliah di luar kota: ibu Dessy (Pengurus WBI) sedang tugas belajar di UI Jakarta; Sdri. Daniella yang studi di STBI Semarang;
- Sdr. Gisa, Sdr. Abraham, dan Sdri. Lia yang sedang dalam tugas akhir kuliah dan Sdri. Enjeli Agustin yang masih dalam masa perkuliahan di Untan Pontianak;
- Jemaat yang belum masuk gereja: Kel Bpk. Edy Asin, Kel. Bpk. Yanto, Kel. Bpk. Pudi, Bpk. Agus Muluri, Kel. Ibu Sari, Sdr. Ely;
- Kel. Bapak Evan yang bekerja diluar kota.
