”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”
(Flp. 2: 5-7)
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, rendah hati berarti tidak sombong, tidak angkuh. Dalam kerendah-hatiannya seseorang merasa bahwa dirinya memiliki keterbatasan-keterbatasan, sehingga merasa tidak mungin akan hidup sendiri, seseorang pasti memerlukan orang lain dalam hidupnya. Keterbatasan-keterbatasan itulah yang menyebabkan seseorang tahu diri dan tidak sombong. Kebalikannya jika seseorang tidak mengerti keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya, ia akan bersifat angkuh dan merasa dapat melakukan apa saja dalam hidupnya.
Dalam kerendah-hatiannya seseorang menganggap orang lain lebih utama dari dirinya sendiri. “…. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” Hal ini sejajar atau berpadanan dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Ia adalah Allah, sebagai Allah Ia berhak bertindak dan bersikap sesuai dengan keberadaan-Nya, tetapi ia tidak melakukan semua itu. Ia menyadari manusia tidak mungkin mengenal Allah dengan sempurna jika Ia tidak menyatakan diri kepada manusia. Karena itu Ia “tidak menganggap kesetaraannya sebagai dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan”, Ia lalu datang ke dunia dalam wujud manusia, lahir dari seorang perempuan, hidup dan bertumbuh bersama ayah, ibu dan adik-adiknya.
Apa yang dilakukan Tuhan Yesus ini adalah suatu “pertunjukkan“ kerendah-hatian yang luar biasa, tidak ada seorang pun yang mampu menyejajarkan diri dalam kerendah-hatian seperti ini. Keteladanan ini patut kita hargai dan kita hormati sebaik-baiknya, karena kerendah-hatian yang seperti itulah yang akhirnya menjadikan kita orang yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan kekal. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”” (Mrk. 16: 15-16).
Itulah sebabnya Bapa, Ibu dan Saudara pembaca SRHI yang setia, kita menyadari sekarang bahwa Tuhan Yesus adalah teladan kerendah-hatian yang sempurna. Kita akan dapat seperti Dia kalau kita selalu bercermin pada apa yang dilakukan-Nya, walaupun tidak mungkin sepenuhnya seperti Kristus. Setidak-tidaknya dengan berkaca kepada-Nya, kita mampu menjadi orang percaya yang lebih baik, yang lebih rendah hati dibandingkan dengan kita sebelum percaya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI06092022)
Pokok Doa:
- Keamanan NKRI dari Kota hingga pelosok negeri tetap aman dan terkendali dan aparatur NegaraTNI- Polri diberikan hikmat dari Tuhan;
- Persiapan dan pelaksanaan Ibadah Doa Rabu, kiranya jemaat dapat hadir secara onsite dan online, perangkat yang dipakai beroperasi dengan baik, para jemaat diberkati melalui Firman Tuhan dan saling menguatkan;
- Jemaat GBIK yang merindukan mendapatkan pekerjaan, pasangan hidup, dan merindukan mempunyai buah hati, semoga Tuhan Yesus mendengar dan menjawab dari setiap kerinduan jemaat.
Pokok Doa Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Daniel Hutagaol serta keluarga;
- Kesetiaan jemaat dalam beribadah;
- Kesehatian dan semangat melayani bagi pengurus/pelayan Tuhan;
- Sdri. Hadiwinata (jemaat GBIK Cabang Lyman Munson) dapat menyelesaikan skripsi di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan (STTBM) program studi Teologi dengan baik.
