“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”
(1 Ptr. 5: 7)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kuatir adalah bentuk tidak baku dari kata khawatir, karena itu seterusnya dalam SRHI ini kita menggunakan kosa kata khawatir sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baku. Khawatir artinya rasa takut, gelisah, cemas terhadap sesuatu yang belum diketahui dengan pasti. Dengan kata lain orang menjadi khawatir karena menghadapi sesuatu masalah, pergulatan batin yang tidak menentu kepastiannya. Misalnya seseorang menunggu hasil Ujian masuk Perguruan tinggi, akan mengalami sedikit atau banyak kekhawatiran pada saat menunggu itu.
Nats SRHI kali ini merupakan salah satu bagian dari nasehat Rasul Petrus kepada para pemimpin gereja dan para kawula muda, agar menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Tuhan. Pada masa dahulu maupun masa sekarang, setiap orang memiliki permasalahan dan pergumulan sendiri-sendiri. Permasalahan dan pergumulan itu sering-sering menjadikan dirinya merasa khawatir bagaimana akhir penyelesaian permasalahan dan pergumulannya itu. Karena semua sedang berproses dan menuju kepada penyelesaiannya, yang pasti saat proses itu berlangsung belum diketahui bagaimana akhir penyelesaiannya.
Rasul Petrus mengajarkan kepada mereka dan juga kepada kita sekarang, untuk menyerahkan segala persoalan itu kepada Tuhan, sebab Tuhanlah Allah yang Mahakuasa yang pasti mampu menolong kita dalam menyelesaikan persoalan dan pergumulan kita. Petrus menasehati demikian karena ia yakin bahwa Tuhanlah yang memelihara kita. Dalam KBBI kata memelihara banyak sekali maknanya, dan yang tepat untuk konteks kita ini artinya menyelamatkan, melindungi, melepaskan (meluputkan) dari bahaya. Ini berarti kita harus meyakini bahwa Tuhan adalah Allah yang menyelamatkan, melindungi, melepaskan/meluputkan kita dari berbagai kemungkinan yang dapat menjerumuskan kita dalam jurang kekalahan, jika kita mau berserah penuh kepada-Nya. Keyakinan ini hendaknya mengakar kuat dalam diri kita, sehingga kita tetap bersukacita dalam persoalan dan pergumulan apapun juga, karena Dialah yang menolong kita.
Marilah Bapak, Ibu dan Saudara semuanya, yakini dan patuhi apa yang menjadi nasehat Petrus kepada kita tersebut di atas, Keyakinan dan kepatuhan itu menjadikan kita memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup yang belum menentu kepastian akhirnya. Hal ini akan menjadikan kita tetap bersukacita dalam keadaan apapun juga. Tuhan Yesus memberkati.
(RI30082022)
Pokok Doa:
- Pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat daerah dalam penanganan Covid 19, semoga kasus Covid-19 kembali melandai/ menurun;
- Program Kerja kepanitiaan-kepanitiaan yang ada di GBIK 2022, semoga dalam setiap menjalankan programnya selalu dalam pimpinan Roh Kudus;
- Ibadah Doa Rabu dapat berjalan dengan baik, Firman Tuhan dapat menjadi berkat untuk para jemaat yang hadir baik di gereja atau pun via zoom.
Pokok Doa TPW EKLESIA, Pelita, Halmahera Utara
- Pemulihan kesehatan jemaat yang sakit: Bpk. Apson Tindatu dan Ibu Ristin Asar;
- Para donatur pelayanan pembangunan Gedung gereja, agar diberkati usaha dan diberikan kesehatan;
- Kunjungan Pan. PI di bulan Desember dalam rangka pelaksanaan beberapa acara berjalan lancar dan diberi kesehatan.

Bapa Surgawi
Ampuni kami yg masih kuatir saat kami hadapi badai hidup ini, namun kini lewati proses kami mulai berani hadapi badai hidup dgn Iman yg Engkau tambahkan Kebajikan (Rom8:28) tambahkan pengetahuan yg benar mengenalMu (1Pet3:6) tambahkan kasih kami akan Engkau (2Pet1:10) sehingga kami belajar beriman bebas dari batu sandungan (Roma6:12) semoga kami bisa Finishing Well mengIMANI sabdaMu yg ada Tertulis bagi kami. Bantu kami Tuhan Yesus tanpaMu kami ta akan bisa tp bersamaMu kami pasti bisa karna ta ada yg mustahil bagiMu Terima Kasih Yesus Firman Tuhan yg jadi manusia kenali kelemahan kami di bumi ini. Amin