“Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”
(Ibr. 13: 6)
Dalam masyarakat dunia sekarang ini, tidak ada seorang pun yang dapat hidup sendiri, tidak ada seorang pun yang dapat hidup tanpa pertolongan orang lain. Memang manusia terlahirkan ke dalam dunia menjadi bayi, terus bertumbuh menjadi kanak-kanak, pemuda, dewasa dan orangtua, tidak ada tahapan yang dapat menjalani hidup seorang diri.
Dalam kondisi yang selalu memerlukan pertolongan pihak lain, terkadang persoalan dan pergumulan kita bisa diselesaikan dengan bantuan orang dekat yang ada di sekitar kita. Tetapi tidak selamanya mereka dapat membantu kita, apalagi mereka memiliki kesibukan masing-masing yang terkadang tidak bisa kita ganggu. Dalam keadaan seperti itu kita memerlukan penolong yang siap setiap saat. Siapakah dia? Dia adalah Tuhan Allah yang kita sembah, yang kita yakini sebagai Juru Selamat kita, Tuhan Yesus Kristus.
Penulis kitab Ibrani dengan tegas berani menyatakan, “Tuhan adalah Penolongku”. Ini adalah jawaban atas kemungkinan persoalan kita yang belum terpecahkan secara manusiawi. Manusia dapat menolong kita pada saat mereka ada waktu, ada kesempatan dan ada keinginan menolong. Namun di saat hal tersebut tidak ada, maka kita bisa mengandalkan Tuhan sebagai Penolong kita. Jangan takut berjalan dalam kesendirian, sebab tidak pernah membiarkan kita menghadapi masalah sendiri. “Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.” (Mzm. 46: 12).
“ Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Bagian akhir dari Ibrani 13: 6 ini menarik untuk disikapi. Artinya frasa tersebut ingin menyatakan bahwa karena Tuhan adalah Penolong kita, maka tidak ada pihak lain yang dapat mengambil kita dari Sang Penolong kita. Orang kuat manapun di dunia ini, kuasa kegelapan manapun juga, tidak mampu melakukannya, karena Sang Penolong kita adalah Allah yang Mahakuasa. “Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm. 8: 38-39). Jadi sekarang mantabkan langkah kita untuk tetap berada dalam jalur penyertaan Tuhan melalui keyakinan Tuhan Penolong hidup kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin. (RI29082022).
(MS27082022)
Pokok Doa:
- Pertumbuhan rohani jemaat GBIK menjadi anak Allah yang menyenangkan hati Tuhan melalui kegiatan Gereja (PBI, WBI, Sekolah Minggu, Ibadah Doa, Harmoni, Naomi, KMBI);
- Keamanan bangsa Indonesia agar dijauhkan dari tindakan-tindakan kejahatan (kriminal, terorisme dll);
- Kesehatan jemaat GBIK yang saat ini sedang terbaring dirumah sakit atau sedang rawat jalan agar Tuhan menjamah dan diberi kesembuhan lewat dokter menanganinya dan obat-obatan yang dikonsumsi.
Pokok Doa TPW EKLESIA, Pelita, Halmahera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Yunus Tuwongadil serta keluarga;
- Bersuukur atas pembangunan gedung gereja yang berjalan sejauh ini dan terpenuhinya semua kebutuhan pelayanan;
- Panitia gereja dan jemaat diberi semangat untuk bekerja dan melayani.
