“Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.”
(Rm. 13: 3)
Sepintas kalau kita pikirkan secara sederhana, sangat mudah membedakan perbuatan baik dan perbuatan jahat. Namun terkadang dalam kondisi tertentu kita sangat sukar menetapkan apakah perbuatan tertentu itu suatu perbuatan baik atau jahat. Setiap orang, setiap komunitas menetapkan standart yang berbeda, bahkan aturan hukum Negara satu dengan Negara lainnya bisa tidak sama. Satu hal yang pasti Tuhan menunjukkan perbuatan baik atau jahat di dalam firman-Nya.
Ada indikator yang umum diyakini orang pada umumnya tentang seseorang berbuat baik atau berbuat jahat. Indikator tersebut adalah jika orang sedang melakukan perbuatan tertentu dan pada saat dan sesudahnya ia merasa ketakutan, itu adalah salah satu indikasi perbuatan yang dilakukannya itu jahat, walaupun ketakutan tidak serta merta menunjukkan kejahatannya. Jika ayat nats hari ini menyatakan bahwa: “Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat”, maka sebagai anak bangsa harusnya kita menyadari tidak perlu takut kepada pemerintah siapapun juga kalau kita tidak melakukan perbuatan jahat.
Ingatlah selalu bahwa, “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” (Rm. 13: 4). Keyakinan ini harus ada pada setiap anak bangsa, agar setiap anak bangsa terhindar dari murka Allah, terhindar dari pedang pemerintah. Allah menjadikan pemerintah yang ada untuk menciptakan kebaikan bagi seluruh anak bangsa. Ini adalah cita-cita mulia Allah, cita-cita mulia pemerintahan yang berasal dari Allah sendiri. Jika Allah telah menjadikan pemerintah yang ada sedemikian rupa, maka seharusnya setiap anak bangsa tunduk, taat kepada setiap aturan yang ditetapkan pemerintah.
Bapak, Ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan, jelaslah sekarang bahwa perbuatan baik atau perbuatan buruk menyebabkan adanya rasa takut atau tidak takut kepada pemerintah. Firman Tuhan mengajarkan janganlah takut kepada pemerintah kalau memang kita tidak melakukan perbuatan jahat. Namun kalau kita berbuat jahat, layat kita takut kepada pemerintah. Yang terlebih penting segeralah bertobat dari perbuatan jahat tersebut, sehingga kita terhindar dari murka Allah sekaligus hukuman pemerintah. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI23082022)
Pokok Doa:
- Upaya membangkitkan semangat dan pengabdian pemuda pada bangsa negara sehingga tercipta persatuan dan kebersamaan;
- GBIK tetap mendukung program GGBI, menjangkau banyak jiwa baru, merawat jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan, serta bersinergi dalam mengemban Amanat Agung-Nya;
- Jemaat GBIK tetap mengandalkan Tuhan disetiap perjalanan hidupnya dapat menjadi terang dan garam dimanapun Tuhan tempatkan sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Pelayanan Ketua Panitia Perancang: Bp. Daniel Longaris. Pelayanan Panitia Perancang, Panitia Mimbar & Organisasi gereja;
- Mengucapsyukur atas kegiatan SIL yang sudah dilaksanakan pada tanggal 28 Juni-2 Juli 2022 dan 23 anak yang mengaku percaya pada Yesus;
- Bantuan pelayanan Keluarga Bpk Elisa;
- Pembangunan pagar gereja, renovasi pastori, penataan kelas-kelas Sekolah Minggu & lingkungan gereja.
