“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.”
(Rm. 13: 1-2)
Tahun 2022 ini, usia kemerdekaan bangsa Indonesia sudah 77 tahun (tahun 1945 – 2022). Usia 77 tahun bukan usia muda lagi, tetapi juga masih lebih muda dibandingkan dengan negara-negara yang lebih maju perkembangannya seperti negara-negara Eropa, Amerika dan sebagian negara-negara Asia. Sebagai anak bangsa Indonesia, apakah kita sudah melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita? Apakah kita sudah mengambil bagian dalam pertumbuhan bangsa?
Ada beberapa orang yang mempertanyakan, bagaimana mungkin kita dapat takluk sepenuhnya kepaada pemerintah, pemerintah sendiri belum dapat melaksanakan tugasnya untuk menyejahterakan warga bangsanya. Sepintas pernyataan tersebut masuk akal, tetapi apakah kita hanya menuntut hak saja tanpa mau melakukan kewajiban dan tanggung jawab kepada pemerintah. Tanpa itu mustahil pemerintah dapat mewujudkan impiannya menyejahterakan seluruh rakyatnya.
Firman Tuhan dalam ayat nats hari ini tegas menyatakan “tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya”. Firman Tuhan adalah ya dan amin, seharusnya tidak ada lagi tawar menawar dalam melaksanakan apa yang difirmankan-Nya. Alasannya kuat yakni, “sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” Dengan demikian setiap anak bangsa berkewajiban hormat dan takluk kepada pemerintah yang ada.
Apa akibat kalau ada anak bangsa yang bertahan dengan pendiriannya tidak mau takluk kepada pemerintah? “Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.” Beranikah kita melawan kehendak dan ketetapan Allah? Kalau kita melakukannya, barangkali kita termasuk dalam golongan orang yang tegar tengkuk dan berani melawan Allah. Hal itu pasti mendatangkan murka Allah, dan Allah tidak tinggal diam, Dia akan bertindak memberi hukuman kepada kita, seperti yang sudah difirmankannya.
Sebagai anak bangsa marilah kita melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita terhadap bangsa dan negara dengan tunduk kepada pemerintah yang ada. Ketundukan kita merupakan bukti hormat kita kepada pemerintah tersebut. Allah yang menetapkan pemerintah yang ada, maka Allah pasti bertanggung jawab menjaga dan melindunginya. Selamat menikmati indahnya menghormati pemerintah yang ada. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI22082022)
Pokok Doa:
- Upaya Pemerintah menegakan hukum melalui Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan KPK dapat berjalan dengan baik, adil, dijauhkan dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta oknum yang nakal;
- GBIK dalam menyiapkan program dimasing-masing Organisasi dan Kepanitiaan mendapatkan hikmat dari Tuhan berguna membangun Iman jemaat, bertumbuh dan berbuah;
- Jemaat GBIK yang sedang mengalami kedukaan dan yang sedang sakit diberi kekuatan, penghiburan dan pemulihan serta makin dekat dengan Tuhan.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Jemaat yang undur agar kembali aktif beribadah;
- Jemaat yang di luar kota dan luar negeri dalam pemeliharaan Tuhan;
- Jemaat yang mendaftar sekolah untuk jenjang yang lebih tinggi.

BAPA SURGAWI
PROTEKSI BENIH IMAN ANAK ANAK DENGAN KUASA DARAH YESUS. TERIMA KASIH BAPA UNTUK PESANMU DALAM KITAB ULANGAN 4 AYAT 40 & 2 PETRUS 1:10. KAMI PERCAYA PADAMU BAPA, FIRMAN JADI MANUSIA & ROH KUDUS ROH PENOLONG YANG SUNGGUH DI ZAMAN NOW. AMIN