“Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
(Ibrani 12:6)
Ketika kita masih kecil kita disayang oleh orang tua kita dengan memberi makanan yang sehat, buku bacaan yang baik dan diajak bermain. Kita diberi pengajaran yang baik bila dewasa kelak menjadi orang yang baik, berdikari dan membanggakan keluarga. Ketika semakin besar bila nakal, kita diberi nasihat. Ketika tidak taat atau membangkang maka orang tua akan menasihati lebih keras bahkan bisa sampai menghajarnya. Maksud dari itu adalah karena mereka mengasihi, agar anak tidak terjerumus pada kenakalan yang lebih lagi atau dengan kata lain mereka ingin menjadi lebih baik di masa depannya. Pada saat bertobat dan percaya kepada Yesus, kita lahir baru layaknya sebagai seorang anak. Kta dididik oleh Firman Tuhan, agar kita bertumbuh menjadi dewasa rohani. Untuk itu kehidupan kita selayaknya untuk menjauhi semua yang memberatkan dan penghalang yang ada disekeliling dan bisa melekat kembali kepada kita. Seperti rasul Paulus katakan marilah kita dengan tekun menempuh perlombaan yang ada didepan kita. Dasar kehidupan kita berlandaskan Yesus sebab Dia yang membangkitkan iman, memelihara sampai akhir. Perjuangan kita melawan dosa, dipimpin oleh Roh Kudus yang ada dalam diri kita. Untuk itu kita harus memperhatikan nasihat ajaran Firman Tuhan, jangan meremehkan dan jangan berkecil hati bila Ia memarahimu. Kita beruntung masih ada yang memperhatikan dan menegur, jangan kecewa. Pada kitab Ibrani 12:6 diatakan ; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Inilah satu alasan mengapa orang percaya harus bertekun dalam iman menghadapi penderitaan. Untuk masuk dalam kerajaan Allah kita harus banyak menderita dahulu baru kita mengalami kebahagiaan Sorgawi.(Kis 14:22).
Sejak semula Fiman Tuhan mengatakan kita sebagai anak jangan menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.” (Amsal 3:11-12).
Jadi karena kasih Allah mendisiplinkan anak untuk maksud Bapa, berguna bagi anak, berguna bagi keluarga.
Berbahagialah kita bukan sebagai anak-anak gampang sehingga ganjaran dari Allah harus diderita setiap orang karena Allah memperlakukan kita sebagai Anak. Sebagai anak kita memperoleh ganjaran dan menghormati Bapa segala Roh, dengan demikian kita harus lebih taat kepada-Nya supaya kita boleh hidup.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS20082022)
Pokok Doa:
- Bangsa Indonesia dalam keberagaman suku, agama, budaya, latar belakang tetap dapat bersatu. Terbangun kehidupan masyarakat yang adil, bergotong-royong, rukun, aman dan tentram;
- GBIK menjadi Gereja yang di berkati dan menjadi berkat, serta dapat menjadi contoh bagi Pos PI dan Cabang dalam tata kelola bergereja yang sehat dan berkenan pada Tuhan;
- Jemaat GBIK semakin hari kuat dalam Iman, bertumbuh, berbuah, setia akan hak dan kewajibannya, serta mau ambil bagian pelayanan sesuai talenta yang di berikan Tuhan.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Bima Iryanto serta keluarga;
- Mengucap syukur untuk pelayanan selama bulan Juli berjalan dengan baik;
- Anak-anak yang baru memulai studi di jenjang SD, SMP, SMA, dan PT;
- Rencana kegiatan gereja sepekan supaya jemaat setia mengikuti dan boleh berjalan dengan baik.
