“Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.”
(Kis. 5: 5)
Ayat nats hari ini merupakan suatu peristiwa yang mengagetkan, yang mengejutkan dan sekaligus menakutkan, terjadi di hadapan Rasul Petrus. Karena sesuatu yang dilakukan, Ananias rebah dan putus nyawanya. Apa yang dilakukan Ananias sehingga peristiwa tersebut terjadi padanya? “Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkan di depan kaki rasul-rasul.” (Kis. 5: 1-2). Mereka berdua ternyata berbohong di hadapan rasul-rasul tentang penjualan sebidang tanah miliknya.
Dalam cerita selanjutnya bukan hanya Ananias yang terputus nyawanya, tetapi juga Safira-isterinya- terputus nyawanya di hadapan rasul-rasul setelah ditanya Petrus, tetapi ia telah bersekongkol dengan suaminya. “Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga keluar.” Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. …… “ (Kis. 5: 9-10).
Ananias dan Safira, suami-isteri itu menjadi korban ketidakjujurannya sendiri di hadapan Tuhan. Hal ini menunjukkan hajaran Tuhan kepada mereka begitu kuat dan mereka tidak bisa melawan-Nya, akhirnya mereka putus nyawanya di hadapan rasul-rasul. Kenapa Tuhan menghajar mereka? Mereka sedang melakukan dosa secara bersama, mereka bersekongkol untuk mendustai Tuhan. Mereka sudah diingatkan Tuhan melalui Rasul Petrus, tetapi mereka tidak menyadari apalagi mengakui dosanya setelah mendapat tegoran tersebut.
Peristiwa yang dialami Ananias dan Safira, seharusnya menyadarkan kita bahwa hajaran Tuhan membahayakan kita umat-Nya. Jangan pernah sengaja mendustai Tuhan. Dia adalah Allah yang Mahatahu, Dia tahu apakah kita jujur atau tidak jujur di hadapan-Nya. Hal ini harus menjadi pembelajaran kita, agar kita tidak mendapat hajaran Tuhan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI16082022)
Pokok Doa:
- Pemerintah Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang tahapan Pemilu Tahun 2024 agar kondusif. Kiranya TNI dan POLRI serta KPU dapat menjalankan tugas dengan proposional;
- Upaya GBIK mengembangkan Pengabaran Injil di Indonesia melalui KPW, TPW, Pos PI, Cabang. Kiranya Tuhan mencukupkan biaya operasional dan menyiapkan pekerja untuk menjangkau jiwa baru;
- Jemaat GBIK dalam pejuangan mencukupi kebutuhan hidup. Kiranya setiap usaha pekerjaan jemaat diberkati Tuhan.
Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Darto Eran serta keluarga;
- Kesehatan jemaat dan pertumbuhan iman mereka;
- Kesetiaan jemaat dalam beribadah dan melayani.
