“Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?”
(Ibr. 12: 7)
Seorang anak mengadu kepada gurunya di sekolah. Anak tersebut merasa sakit hati karena baru mendapat tegoran keras dari orangtuanya. Menanggapi aduan anak tersebut, sang guru dengan lemah lembut berkata: Setiap apa yang dilakukan orangtua terhadap anaknya, pastilah dimaksudkan untuk menyenangkan anaknya atau untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang bertumbuh dengan baik. Orangtua berharap agar anaknya menjadi semakin dewasa dengan pengajaran yang diberikan.
Apa yang dinasehatkan guru terhadap muridnya tersebut, sesuai dengan firman Tuhan yang menjadi nats hari ini. Setiap peristiwa yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan yang terjadi dalam kehidupan kita, diijinkan Tuhan. Tuhan menghendaki melalui peristiwa-peristiwa tersebut, kita mendapatkan pengalaman sehingga memroses pribadi kita menjadi semakin dewasa. Sering banyak orang bertanya, mengapa untuk memroses kita menjadi dewasa harus melalui berbagai kesulitan, atau bahkan ada yang mengatakan mengapa harus melalui hajaran Tuhan? Ingatlah bahwa tegoran dan hajaran Tuhan, merupakan wujud kasih Tuhan kepada umat-Nya. “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.” (Why. 3: 19).
Lalu bagaimana sikap kita terbaik menghadapi teguran dan hajaran Tuhan yang secara manusia tidak menyenangkan itu? Kita harus senantiasa belajar dari setiap firman yang Tuhan ajarkan kepada kita, dan kalau kita belajar firman-Nya, kita dapat mengatakan bahwa kasih setia Tuhan itu selalu ada untuk selama-lamanya. “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mzm. 107: 1). Berdasarkan firman Tuhan ini, maka “bersyukur” adalah satu hal yang terbaik di saat kita menghadapi tegoran dan hajaran Tuhan, walaupun untuk melakukan hal ini tidak semua orang dapat melakukannya.
Karena itu perlu kita sadari bersama, bahwa pada saat kita sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan, bukan berarti Tuhan tidak memperhatikan kita, justru dalam hal ini Tuhan sangat mengasihi kita. Tegoran dan hajaran Tuhan dimaksudkan agar kita semakin bertumbuh dalam kedewasaan kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI15082022)
Pokok Doa:
- Pemerintah dalam memulihkan ekonomi melalui Usaha Kecil Menengah dapat berjalan lancar serta menyejerahterakan rakyat Indonesia;
- GBIK dalam memelihara Iman Jemaat melalui program yang disusun agar menjadi berkat, menumbuhkan iman Jemaat dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan;
- Jemaat GBIK dalam pejuangan mencukupi kebutuhan hidup. Kiranya setiap usaha pekerjaan jemaat diberkati Tuhan.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Jemaat Lansia: Ibu Omb;
- Sdri. Daniella yang akan berangkat untuk melanjutkan studi di STBI Semarang pada awal bulan Agustus;
- Sdr. Gisa, Sdr. Abraham, dan Sdri. Lia yang sedang dalam tugas akhir kuliah dan Sdri. Enjeli Agustin yang masih dalam masa perkuliahan di Untan Pontianak;
- Kel. Bapak Evan yang bekerja di luar kota dalam pemeliharaan Tuhan;
- Jemaat yang belum masuk gereja: 1. Kel Pak Edi, Sdr Elia, Bpk Agus Muluri, Bpk Pudi, Ibu Sari dan suami, Ibu Floren.
