“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
(Roma 14:19)
Ketika mudik di kampung halaman, banyak tamu yang saling berkunjung dari rumah satu ke rumah lainnya. Sudah dipastikan setiap ada tamu, tuan dan nyonya rumah menyiapkan suguhan ala kampung misalnya menyiapkan minuman kopi, teh, atau air putih yang dituang dalam gelas. Dan saya memerhatikan betul pekerjaan ibu-ibu ketika menyiapkan minuman itu. Gelas-gelas diambil dari tempatnya dan disitu ada sekat-sekat yang terbuat dari kardus yang dipotong kecil-kecil sesuai ukuran gelas. Lalu dalam hati saya bertanya: “Mengapa diantara gelas-gelas itu ketika dimasukan dalam kardus diberi sekat?” Rupanya setelah saya amati dan renungkan alasan mengapa gelas yang dimasukan dalam kardus itu diberi sekat-sekat ternyata adalah supaya tidak terjadi benturan diantara gelas tersebut. Semakin banyak gelas atau piring yang dimasukan di dalam kardus maka semakin banyak pula sekat-sekat yang diberikan supaya tidak terjadi benturan dan akhirnya barang pecah belah itu akan hancur.
Membangun kebersamaan tidaklah mudah. Semakin banyak orang di dalam kelompok, semakin banyak perbedaan dan cenderung mendatangkan pertikaian dan perpecahan. Pertentangan dan pertikaian merupakan bagian dari suatu kelompok yang tidak terelakkan atau tidak bisa dihindari. Ini disebabkan oleh beragamnya sifat manusia, hubungan antar manusia, karakter manusia dan cara manusia menanggapi pertentangan. Pertentangan itu bisa diredam, namun tidak bisa dihilangkan. Kebijakan kita orang yang percaya adalah mencari akar permasalahan, menghadapi, mengelola, serta berusaha menyelesaikan perseteruan tersebut.
Rasul Paulus sangat memberikan nasihat kepada jemaat di Roma bagaimana seharusnya mereka mengendalikan perseteruan untuk membangun kebersamaan sebagai anggota tubuh Kristus, yaitu:
- Tetap berpengharapan, bersabar, dan berdoa apapun pertentangan dan perseteruan yang sedang dihadapi (Rm. 12:12)
- Hidup dalam kemurahan hati (Rm. 12:13)
- Berusaha menjunjung tinggi persatuan dan kesehatian (Rm. 12:14-16)
- Berusaha hidup damai dengan semua orang (Rm. 12:17-20)
Allah menghendaki orang percaya hidup dalam perdamaian. Hidup orang percaya adalah hidup yang memancarkan kasih dari Allah kepada semua orang, dengan tidak membedakan suku, ras, agama, dan budaya, serta kewarganegaraan sehingga damai sejahtera yang dijanjikan Allah menjadi bagian di dalam kehidupan kita semuanya. Tuhan Yesus memberkati.
(AP18052022)
Pokok Doa:
- Kegiatan ibadah doa rabu hybrid hari ini, jemaat yang mendaftar secara onsite dan yang online dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan;
- Para pengurus gereja dari gembala sidang, asisten gembala sidang, para diakon, karyawan gereja, panitia perancang serta para petugas yang ditunjuk dapat memberikan pelayanan yang baik, diberikan kesehatan dan hikmat untuk kemuliaan Tuhan;
- Pemerintah dari presiden, wakil presiden, para menteri dan pemimpin lembaga hingga satuan terkecil, ketua RT dan perangkatnya diberikan hikmat Tuhan dalam memerintah negeri;
- Perdamaian dunia yang terusik akibat perang Rusia-Ukraina, kiranya kasih Kristus melingkupi kedua negara dan membawa damai untuk kedua negara ini.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Timbul Purwono dan keluarga;
- Mengucapsyukur untuk kegiatan kebaktian yang sudah berjalan;
- Kegiatan Ibadah Rumah Tangga agar bisa terlaksana.
