“Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.””
(Yoh. 1:19-20)
Kita kadang-kadang jika berteman cari orang yang selevel dalam segala hal. Atau kadang-kadang ada seseorang yang menolak orang lain dengan berkata “ah tidak level”. Sehingga untuk membangun suatu pergaulan kadang-kadang kita bertemu dengan orang-orang yang tidak jujur dengan dirinya sendiri. Memang tidak setiap orang berani jujur tentang diri sendiri. Ketika ada kesempatan di depan mata sering orang-orang itu mengambilnya sekalipun berbohong tentang diri sendiri.
Dalam Alkitab ada salah satu sosok yang bisa menjadi contoh bagi kita dalam hal kejujuran, yakni sosok yang berani jujur tentang diri sendiri. Tokoh tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Oleh karena itu mari kita belajar dari sosok Yohanes Pembaptis.
- Yohanes Pembaptis jujur tentang dirinya sendiri (Yoh. 1:19-23). Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang rendah hati dan jujur tentang diri sendiri. Pada waktu ia sangat popular, datanglah orang-orang bertanya padanya apakah dia itu Mesias: “Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudidari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” (Yoh. 1:19-20). Penulis Injil Yohanes memberikan kesaksian pada kita bahwa Yohanes adalah sosok yang jujur dan apa adanya dengan mengatakan “Ia mengaku dan tidak berdusta”, pada ia bisa saja atas nama popularitas mengatakan: “Benar, Akulah Mesias”, tetapi hal itu tidak dilakukannya karena ia memang tidak mau mengambil kesempatan untuk kepentingan diri sendiri karena itu ia mengaku dan tidak berdusta.
- Yohanes Pembaptis tentang Mesias (Yoh. 1:24-27). Yohanes menunjukkan kepada mereka Mesias yang sebenarnya: “Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Yohanes Pembaptis menegaskan bagaimana hubungan dirinya dengan Mesias dan siapakah dirinya di hadapan Mesias dengan berkata: “membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” (Yoh. 1:27). Ungkapan ini menunjukkan sifat kerendahan hati yang dinyatakan dalam bentuk merendahkan diri di hadapan Yesus, Sang Mesias. Sesungguhnya orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus dan jujur tentang diri sendiri, akan membentuknya menjadi pribadi yang rendah hati.
Marilah kita merenungkan diri sendiri. Apakah kita ini adalah orang-orang yang sombong atau merasa lebih hebat dari siapapun? Apakah ada orang-orang Kristen yang pilih-pilih teman ngobrol dan bergaul dalam kehidupan bergereja? Jawaban saudara-saudara menunjukkan bahwa ternyata di dunia ini banyak orang yang mengaku diri pengikut Kristus atau sebagai orang Kristen, namun belum menunjukkan sifat kerendahan hati. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak orang yang belum sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus dan banyak juga orang yang tidak berani jujur tentang diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati kita.
(AP27042022)
Pokok Doa:
- Situasi dan kondisi menjelang Perayaan Idul Fitri di berbagai wilayah Indonesia. Kiranya masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan ketertiban;
- Hikmat pemerintah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok serta kecukupan ketersediaannya;
- Sarana prasarana gedung gereja dan pastori senantiasa berada dalam kondisi yang baik dan aman.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Kesehatan dan pelayanan Gembala Sidang: Pdm. Defretes Patty dan keluarga;
- Proses pembangunan Gedung ibadah dan semua yang diperlukan;
- Kesehatan dan kesetiaan jemaat dalam berbakti dan melayani.
