“Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.””
(Yoh. 21: 6)
Perayaan Paskah untuk mengenang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Paskah dalam bahasa Ibrani disebut “Pesakh” artinya lewat atau Tuhan lewat. Dalam PL, saat tulah kematian anak sulung seluruh orang Mesir oleh TUHAN, TUHAN melewati rumah-rumah bangsa Israel yang bertanda darah, sehingga mereka tidak terkena tulah tersebut. Dalam PB darah yang tercurah dari tubuh Tuhan Yesus yang tersalibkan menjadi penebusan kita dari dosa-dosa kita.
Ketika Petrus dan teman-temannya ditinggal Tuhan Yesus, mereka mengalami kegalauan dan kebingungan luar biasa karena merasa tidak memiliki penuntun hidup. Karena itu mereka kembali kepada pekerjaan lama menjala ikan. Anehnya, semalaman mencari ikan, seekor pun ikan tidak didapatkannya. (Yoh. 21: 1-3). Mereka semakin bertambah bingung, mengapa hal ini bisa terjadi, segala kemampuan sebagai nelayan mereka kerahkan semua, hasilnya tetap nol.
Aneh bin ajaib, ketika ada seseorang dari pantai meminta untuk menebarkan jalanya di sebelah kanan perahu, dengan ogah-ogahan mereka melakukannya. Mereka berpikir ini pekerjaan sia-sia, toh semalaman mereka sudah melakukannya, tetapi tak seekor ikan pun tertangkap. Dalam keputusasaannya mereka menebarkan jala sesuai perintah itu. Luar biasa mereka tidak dapat menaik jala itu karena perolehan ikan yang sangat banyak. (Yoh. 21: 4-6). Melihat semua itu, mata rohani murid yang dikasihi Yesus (Yohanes) berteriak, “Itu Tuhan”, kemudian dengan diawali Petrus mereka segera menemui orang di pantai itu, dan ternyata benar, Ia adalah Tuhan Yesus. (Yoh. 21: 7-12).
Peristiwa tersebut mengajarkan bahwa : seseorang dapat mengalami kegalauan dan kebingungan yang luar biasa di saat kehilangan penuntun hidupnya. Akibatnya orang tersebut dapat melakukan apa saja yang dapat mengisi ruang kosong dala hidupnya tersebut. Dalam kondisi tersebut, seseorang perlu petolongan agar dapat menubah hidupnya. Di sini diperlukan penuntun hidup yang benar, jika ditemukan, terselesaikan masalahnya. Namun jika menemukan penuntun hidup yang salah, hidupnya pasti makin tidak jelas arahnya.
Tuhan Yesus adalah penuntun hidup yang benar. Dia rela mati untuk mengasihi setiap orang yang memerlukan pertolongan-Nya. Sudahkan kita sungguh-sungguh menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita dan menjadikan-Nya sebagai penuntun hidup kita? Percayakanlah hidup kita kepada-Nya, Dia akan mengubah hidupmu. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI19042022)
Pokok Doa:
- Doakan persekutuan WBI dan PBI hari ini berjalan dengan baik dan memuliakan Tuhan Yesus;
- Doakan para anggota jemaat yang memerlukan pekerjaan diberikan berkat untuk bisa bekerja bagi kemuliaan Tuhan YesusDoakan hikmat Tuhan bagi pemerintah dalam mengusahakan kebutuhan masyarakat tetap terjangkau;
- Doakan murid-murid SM kelas Asuhan dan Indria, diberikan kesehatan dan dapat mengenal Kristus Yesus Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Jemaat yang sudah lama tidak datang beribadah serta pertumbuhan dan kedewasaan rohani jemaat;
- Jemaat yang sedang mengandung (Ibu Sari) dan yang sedang bekerja di luar Sekadau (Bpk Evan);
- Jemaat yang sedang berkuliah: Sdr. Gisa, Sdr. Abraham, Sdr. David, Sdri. Lia, dan Sdri. Enjely;
- Persiapan Penahbisan Gembala Sidang Pdm. Sebunbia menjadi Pendeta Pengantar Injil.
