“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.”
(Mazmur 92:13-16)
Mazmur 92 adalah satu-satunya Mazmur yang berisikan nyanyian yang dinyanyikan pada hari Sabat. Mazmur ini dinyanyikan pada waktu pagi maupun malam pada hari Sabat. Mazmur ini berbicara tentang perbedaan antara orang jahat /fasik dengan orang benar. Orang fasik bagaikan rumput yang ada di segala tempat, bertumbuh tetapi kemudian segera lenyap. Perhatikan apa yang dikatakan oleh pemazmur bahwa ketika orang-orang jahat bertumbuh seperti rumput, dan semua yang melakukan kejahatan berkembang, pertumbuhan mereka itu hanyalah berakhir dalam penghancuran untuk selama-lamanya (ayat 7).
Sebaliknya, orang benar adalah bagaikan pohon korma dan pohon aras di Libanon. Dua macam pohon dipakai oleh pemazmur untuk menggambarkan keadaan orang benar, karena kedua pohon ini mempunyai sifat yang sangat luar biasa. Orang benar akan tumbuh subur seperti pohon korma. Pohon korma adalah pohon yang tahan terhadap segala keadaan cuaca. Pohon ini melambangkan keindahan (Kidung Agung 7:7), ketegasan, keagungan. Semua itu adalah lambang kondisi, kemakmuran, kebahagiaan orang benar. Orang fasik akan ditebang, tetapi orang benar akan tumbuh subur.
Demikian pula orang benar akan tumbuh seperti pohon aras di Libanon. Pohon aras ialah sejenis pohon jati yang tumbuh di Libanon. Kayunya awet, kuat dan tidak dapat rusak, batangnya besar dan tinggi, kokoh dan berumur sangat panjang. Raja Solomo membeli kayu aras ini untuk membangun Bait Allah di Yerusalem. Pohon aras memberi kita gagasan tentang keagungan, stabilitas, daya tahan dan tidak mudah rusak.
Dalam Mazmur 92 ini pemazmur juga menyatakan siapakah orang benar itu. Paparnya: “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon” (92: 13). Orang benar bertunas dan akan tumbuh subur. Ada pertumbuhan dalam kehidupan rohaninya. Ada tanda kelahiran baru. Orang benar adalah mereka yang ditanam di bait TUHAN dan yang akan bertunas di pelataran Allah kita (ayat 14). Mereka (orang benar) mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Tuhan. Setia bersekutu, setia juga melayani Tuhan. Mereka akan tetap setia kepada Tuhan sampai Allah memanggil mereka kembali: “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (92:15). Kehidupan orang-orang benar akan terus menerus memberi hasil buah-buah kebenaran. Dari dalam hidup mereka orang akan melihat: “bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya” (92:16).
Saudara yang dikasihi Tuhan, semua hal di atas merupakan ilustrasi dari kehidupan Anda sebagai pengikut Kristus. Apakah buah yang kita hasilkan dari dalam hidup kita? Semoga yang berikut inilah yang dilihat orang, yang ada dalam hidup kita: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Galatia 5:22-24). Mari berusaha agar buah Roh ini ada dalam hidup kita, baik ketika kita masih muda, kuat dan penuh semangat, dan tetap ada serta semakin melekat ketika kita memasuki usia senja dan masa sepuh .
(JET01042022)
Pokok Doa:
- Doakan GBIK agar dapat melayani jemaat dalam pertumbuhan iman jemaat dalam menyongsong rangkaian Ibadah Jumat Agung dan Paskah;
- Doakan para pengurus WBI dan PBI tahun 2022 dalam mengadakan acara Paskah baik secara Hybrid maupun online agar dapat dinikmati dan diikuti oleh seluruh jemaat tanpa terkendala. Supaya setiap ketua tetap diberkati dengan hikmat, ide dan kreatifitas;
- Doakan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dalam rangka libur hari raya dan tradisi pulang kampung; kiranya masyarakat tetap waspada dan melaksanakan Prokes.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Mengucapsyukur untuk Kesehatan serta doakan pelayanan Gembala Sidang: Pdm. Eko Kristianto dan keluarga;
- Mengucapsyukur kegiatan WBI sudah mulai rutin dilakukan setiap bulan sekali dengan dukungan ibu-ibu serta kegiatan KPW juga sudah dirutinkan kembali di rumah-rumah;
- Doakan rencana pembekalan jemaat dalam pelayanan gereja yang akan dilaksanakan bulan April, agar setiap jemaat semakin giat dalam melayani Tuhan dalam kepercayaan diri serta semangatnya;
- Doakan keuangan gereja agar tidak sampai defisit.
