“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”
(Yoh. 15: 7)
Banyak orang percaya menjadikan ini sebagai ayat hafalan yang banyak menolongnya jika sedang dalam pergumulan membutuhkan sesuatu, terutama pada frasa “mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Mereka memegang teguh janji Tuhan itu seolah-olah setiap saat mereka memerlukan Tuhan pasti berikan. Keyakinan ini tidak salah sepenuhnya, akan menjadi salah jika mereka hanya melihat frasa tersebut tidak memperhatikan frasa sebelumnya, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu”.
Jika orang pecaya hanya memegang bagian firman Tuhan dalam frasa atau kalimat atau ayat tertentu dengan tidak memperhatikan frasa atau kalimat atau ayat sebelum dan sesudahnya, sama dengan orang memotong rekaman berita, diambil yang menguntungkannya saja, lalu diunggah ke medsos. Mereka tidak menyadari hal tersebut akan menyinggung orang-orang yang terlibat dalam berita itu, dan tidak mustahil mereka bisa diperkarakan di meja hijau (pengadilan).
Sebelum Tuhan memenuhi apa saja yang kita kehendaki, selayaknya kita memerhatikan pernyataan sebelumnya yakni:
- Jikalau kamu tinggal di dalam Aku. Frasa ini berarti suatu kondisi di mana seseorang percaya kepada Tuhan, dan kepercayaannya bukan sekedar percaya seperti kalau kita percaya bahwa bahwa bumi itu bulat. Kepercyaan yang dimaksud adalah kepercayaan yang diikuti dengan hidup menuruti apa yang diajarkan-Nya dengan penuh kesadaran dan ketaatan.
- Jikalau firman-Ku tinggal di dalam kamu. Frasa ini menghendaki bukti orang yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, yakni menerima ajaran-ajaran-Nya dan melakukan/memraktekkan pengajaran tersebut dalam hidup sehari-hari. Ini seperti halnya orang yang tidak akan mengalami sukacita jika tidak menjalankan perintah-Nya.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kita dapat mengerti bahwa untuk mendapatkan apa yang kita minta kepada Tuhan, terlebih dahulu kita dituntut untuk hidup yang melekat kepada-Nya, seperti hidupnya ranting pada pokok anggur Yoh. 15: 1-2). Ranting-ranting itu tidak akan dapat hidup tanpa melekat pada pokok anggurnya, terlebih ranting-ranting itu tidak akan berbuah. Sudahkan kita menjadi ranting yang selalu melekat pada pokok anggur yang benar? Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI07032022)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia dalam menangani bencana alam banjir, gempa, tanah longsor, segera dapat solusi yang dapat menolong para korban bencana alam tepat sasaran dan membantu meringankan beban para korban tidak disalahgunakan;
- Doakan GBIK dalam hali ini Sekolah Minggu disegala umur dapat berjalan dengan baik guru dan murid mempunyai hubungan erat saling menguatkan dalam kebutuhan Rohani sesuai Firman Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK tetap dapat memancarkan kasih Kristus dlm kesehariannya dan menjadi saksi saksi hidup dan menghidupi di tengah tengah masyarakat dimana Tuhan tempatkan.
Pokok Doa Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara:
- Doakan pelayanan Gembala Sidang: Pdt. Daniel Hutagaol dan keluarga;
- Doakan kerajianan dan/atau kesetiaan jemaat beribadah;
- Doakan agar ada lebih banyak jemaat yang tergerak ikut ambil bagian dalam pelayanan;
- Doakan jemaat sungguh percaya pada Kristus di tengah masih adanya unsur okultisme di lingkungan masyarakat dan jemaat.
