“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
(Mat. 11: 29)
Hidup tenang adalah impian semua orang, sehingga segala macam upaya dilakukan untuk memperoleh ketenangan dalam hidupnya. Mereka membanting tulang memeras keringat dalam bekerja/berusaha, tujuannya tidak ada lain untuk mendapatkan ketenangan hidup yang dipikirannya melalui harta, pangkat dan hikmat. Namun apakah ketenangan dapat diperolehnya?
Ayat nats kita hari ini mengajarkan kita bagaimana kita mendapat ketenangan dalam sepanjang hidup. Ayat tesebut merupakan kelanjutan yang tidak dapat dipisahkan dari ayat sebelumnya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih, lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepada-Mu.” (Mat.11:28). Ayat 28 dan 29 ini merupakan ayat-ayat yang perlu dipahami dan dimaknai sebagai proses pembelajaran menuju hidup yang tenang.
Kalau ayat 28 mendorong orang-orang yang merasakan beban hidup yang berat, yang menjadikan tidak memiliki semangat dalam menghadapi hidup ini, datang kepada Kristus. Kristus berjanji untuk melepaskan orang-orang tersebut dari beban berat itu dan memberi kelegaan. Kita dapat membayangkan kelegaan itu seperti orang sehabis mengalami ketegangan yang luar biasa, lalu masalah terselesaikan dengan baik, maka orang tersebut akan mengambil nafas panjang dan mengeluarkan nafas tersebut pelan-pelan penuh dengan kenyamanan.
Setelah itu, ayat 29 mengajarkan dari pengalaman tersebut di atas, orang diminta untuk belajar kepada-Nya, kepada Tuhan Yesus sendiri. Frasa “Pikullah kuk yang Kupasang”, ini merupakan sebuah kiasan Yahudi untuk disiplin dalan pemuridan. Dalam budaya Yahudi ada nasehat “Letakkan bahumu di bawah kuk, biarlah jiwamu menerima pengajaran”, nasehat itu ada dalam rangka untuk mendisiplin orang mau belajar dari setiap pengalaman hidup yang dialaminya.
Rupanya untuk mendapat ketenangan hidup ini diperlukan adanya proses pembelajaran yang tiada henti. Proses pembelajaran itu memberi pengalaman, secara langsung maupun tidak langsung mendisiplin kita untuk mengerti bahwa seberat apapun hidup ini harus dihadapi. Tuhan Yesus dengan lembut siap menolong umat-Nya menghadapinya menuju ketenangan jiwanya. Jangan takut, belajarlah dari Tuhan Yesus, Dia adalah Allah yang Mahakasih, menerima apapun keadaan kita untuk diajar bagaimana memperoleh hidup yang penuh ketenangan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI01032022)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia tetap aman masyarakat tidak mudah dihasut oleh paham yang bertentangan Pancasila dan Undang Undang Dasar Tahun 1945;
- Doakan Gereja Baptis Kebayoran dengan segala program dan anggaran dapat dilaksanakan tercukupi biaya operasional baik Induk Cabang TPW dan Rintisan agar Tuhan memimpin dan mencukupkan;
- Doakan Jemaat GBIK tetap setia dan jujur memberikan Persembahan Persepuluhan sehingga rumah perbendaharaan Gereja tercukupi untuk pekerjaan Tuhan.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah:
- Doakan pelayanan Gembala Sidang Pdm. Eko Kristianto dan keluarga;
- Mengucap syukur atas pelaksanaan Upacara Baptisan pada hari Minggu 30 Januari 2022 bagi 4 orang anggota gereja baru. Doakan supaya semua anggota baru semakin setia kepada Tuhan;
- Bersyukur untuk kegiatan KPW sudah rutin 2 minggu sekali dan diikuti jemaat;
- Bersyukur untuk jemaat dan keluarga Gembala Sidang yang sudah pulih kembali dari sakit.
