“Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mu lah aku berdoa.”
(Mzm. 5: 3)
Bagaimana seseorang berbicara kepada orang/pihak lain dapat dikatakan menunjukkan bagaimana, sejauh mana hubungan kedekatan di anatara mereka. Ada orang yang takut kalau berbicara dengan orang lain, ada orang yang sangat sopan berbicara kepada orang lain, tetapi ada juga orang yang sangat bebas leluasa berbicara dengan orang lain. Kedekatan, keakraban hubungan mereka sangat menentukan bagaimana mereka berkomunikasi.
Perhatikanlah diksi atau pilihan kata yang dilakukan Daud dalam nats hari ini, ada kata “teriakku”, apa yang Bapak, Ibu dan Saudara/i pikirkan tentang kata itu? Teriak itu berarti ucapan yang disampaikan dengan suara lantang, keras, seolah orang yang diajak bicara mungkin posisinya jauh darinya, atau mungkin dirasa kurang pendengarannya. Atau orang yang berteriak itu merasakan sesuatu beban berat, yang menyebabkan ia harus berteriak untuk menghilangkan rasa berat yang menindihnya. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dilakukan dengan ketulusan, kejujuran, sehingga Daud merasakan adanya kelepasan setelah melakukannya.
Dari penjelasan tersebut, kita dapat mengambil suatu pelajaran, bahwa kedekatan, keakraban hubungan kita dengan Tuhan dapat menjadikan kita menyampaikan sesuatu kepada Tuhan dalam doa-doa kita dengan ketulusan dan kejujuran. Ketulusan dan kejujuran doa-doa kita dapat kita lihat dari spontanitas rangkaian pilihan kata yang kita lakukan.
Karena spontanitas, maka pilihan kata kita mengalir dengan lancar, terasa tidak dibuat-buat. Kita tidak perlu menyiapkan diri sehalus, seindah dan sesopan mungkin dalam kata-kata doa kita, kedekatan kita dengan-Nya menjadikan kita dapat berdoa seperti kita berbicara dengan sahabat kita. Karena spontanitas, maka Tuhan tidak akan marah jika kita dalam berdoa sekali-sekali ada kesan begitu singkat, lugu, atau tampak emosi. Tuhan tahu apa yang sedang terjadi dalam diri kita.
Mari kita berdoa dengan tulus dan jujur, sederhana sesuai dengan situasi dan kondisi kita. Sampaikan apa yang perlu disampaikan dengan jujur, Allah Mahatahu, Mahakasih, sehingga memahaminya. Bagi Tuhan ketulusan dan kejujuran lebih utama dari pilihan kata dalam doa kita, tetapi kalau kita memiliki kemampuan berkata-kata yang baik, sopan dan indah, Tuhan pun tidak akan memalingkan muka sepanjang disertai dengan ketulusan dan kejujuran. Tuhan memberkati, Amin.
(RI18012022)
Pokok Doa:
- Doakan seluruh murid yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka 100%, agar dapat menjaga diri dan tetap prokes selama di lingkungan sekola;
- Doakan semua petugas pelayan sound system, peralatan dan publikasi dokumentasi;
- Doakan Kemendikbudristek agar bijaksana mengeluarkan kebijakan terkait Pembelajaran Tatap muka.
