“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepada-Mu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang yang berdosa! Dan sucikanlah hatimu, hai kamu orang yang mendua hati!”
(Yak. 4: 8)
Judul SRHI ini, menekankan satu kata yang tepat dan sulit untuk didebat yaitu kata “seharusnya”. Kata “seharusnya” itu menunjukkan sesuatu yang mesti terjadi dan tidak dapat ditawar-tawar lagi, hukumnya wajib. Mengapa demikian? Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut, tetapi satu hal yang mendasar adalah karena kita itu anak-anak Allah. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” (Yoh. 1: 12).
Beberapa pertimbangan lain yang seharusnya kita orang percaya tidak berkeberatan untuk selalu dekat dengan Allah, adalah:
- Tuhan telah menebus kita dari kungkungan dosa. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Rm. 5: 8). Semua orang akan berterima kasih jika ada pihak lain yang menghapus hutang-hutangnya. Yang ditebus Tuhan Yesus jauh lebih berbahaya dari sekedar hutang, yaitu dosa yang telah kita perbuat. Kalau hutang tidak bisa membayar paling dipenjara, tetapi dosa menyebabkan kita masuk neraka.
- Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita. Sering kita merasa dalam menghadapi persoalan yang menindih kehidupan kita, kita merasa tidak ada yang mau menolong, dan melepaskan dari peroalan yang ada. Ingat apa yang dikatakan Pemazmur, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” (Mzm. 124: 8). Luar biasa yang dapat memberi pertolongan kepada kita, apapun persoalan yang terjadi dalam diri kita, adalah TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Betapa kecil bagi-Nya untuk menolong kita seberat apapun persoalan kita secara manusia.
Jelaslah sekarang, mengapa seharusnya kita hidup dekat dengan Allah. Dia yang membebaskan kita dari dosa dan kuasa dosa, Dia yang berjanji untuk menolong dan menyertai. Tidak ada yang dapat menyanggah peran Allah dalam hidup kita sangat urgent dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Allah menghendaki agar selalu dekat dengan-Nya, kita haruslah menjaga tubuh kita (tahirkanlah tanganmu) dan menjaga kesucian hati kita (sucikan hatimu). Selamat selalu berdekatan dengan Allah. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI13012022)
Pokok Doa:
- Doakan hikmat Tuhan bagi Panitia Peralatan dan PubDok dalam pelayanan di bulan Januari 2022;
- Doakan hikmat bagi pemerintah dalam menolong masyarakat khususnya dalam pendidikan yg akan menerapkan pembelajaran tatap muka;
- Doakan persiapan persekutuan guru-guru SM di Tgl 15 Januari 2022 secara online.
