“Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.”
(Lukas 5:4-6)
Peristiwa yang dipaparkan oleh dokter Lukas dalam Injil Lukas 5:1-11 merupakan suatu peristiwa yang sangat menarik untuk kita renungkan bersama. Dokter Lukas memulai paparannya dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus berada di tepi pantai Genesaret dan banyak orang mengerumuni-Nya untuk mendengarkan firman Allah. Di tempat itu ada 2 buah perahu yang nelayan-nelayannya sedang membersihkan jala mereka setelah selesai mencari ikan. Salah satu perahu itu adalah milik Simon. Yesus naik ke atas perahu Simon dan memintanya untuk menolakkan perahunya sedikit menjauh dari pantai. Dari perahu Simon itulah Tuhan Yesus mengajar orang banyak.
Yang sangat menarik untuk kita perhatikan ialah bahwa dari dua perahu yang ada disitu, Tuhan Yesus memilih perahu Simon dan Simon tidak berkeberatan. Bahkan dia melakukan perintah Tuhan Yesus untuk mendorong perahunya menjauh dari pantai sehingga Yesus dapat menggunakannya sebagai mimbar untuk menyampaikan firman Tuhan.
Dari bagian ini kita diingatkan bahwa Tuhan Yesus berhak memilih perahu hidup kita untuk dipakai bagi kemuliaan nama-Nya. Dia adalah pemilik hidup kita, Dia menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Dia telah menebus kita dengan darah-Nya yang kudus. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). Simon tidak menolak ketika Tuhan menyuruh dia menolakkan perahunya lebih jauh dari pantai, walaupun dia pasti lelah setelah bekerja sepanjang malam berusaha menangkap ikan. Dengan ketaatan penuh Simon memenuhi permintaan Tuhan Yesus.
Selanjutnya yang juga menarik untuk kita pelajari dari peristiwa di Lukas 5:1-11 ini adalah ketika Tuhan Yesus selesai menggunakan perahu Simon, Yesus menyuruh Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala-nya di sana. Simon adalah seorang nelayan tulen. Dia dibesarkan dalam keluarga nelayan. Mereka tinggal di darah Galilea. Sebagai seorang nelayan yang sehari-harinya menangkap ikan di Danau Galilea, pasti dia tahu kapan saatnya yang tepat untuk menangkap ikan. Dia dan teman-temannya telah bekerja sepanjang malam tetapi tidak berhasil menangkap ikan. Sekarang, dia diperintah oleh Yesus yang dibesarkan dalam keluarga tukang kayu agar dia menebarkan jalanya di tempat yang dalam pada hari siang. Secara logika tidak bisa diterima. Tetapi Simon menaati perintah Tuhan Yesus yang berkata kepadanya: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. “Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”( ayat 5,6).
Sebenarnya Simon punya alasan untuk menolak permintaan Yesus. Dia sudah bekerja sepanjang malam. Dia tidak berhasil menangkap apa-apa. Dia sudah lelah dan dia juga sudah membersihkan jalanya. Dia ingin segera pulang dan beristirahat. Tetapi karena Tuhan Yesus yang menyuruhnya, Simon melakukan persis seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus kepadanya. Dan hasilnya … mereka berhasil menangkap sangat banyak ikan sehingga jalanya mulai koyak. Sedemikian banyaknya ikan yang mereka tangkap sehingga mereka harus meminta bantuan teman-temannya datang untuk menolongnya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, keberhasilan Petrus menangkap banyak ikan ialah karena ketaatannya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesuslah yang menciptakahn ikan-ikan itu. Tuhan Yesus tahu di mana ikan-ikan itu berada. Demikian pula dalam hidup kita. Mungkin Anda saat ini telah mengerahkn segala daya upaya untuk mencapai hal yang Anda harapkan, tetapi tetap tidak berhasi. Mungkin Anda telah lelah mencari yang dapat membuat Anda bersuka cita, tetapi pencarian Anda tidak menghasilkan apa-apa. Mari seperti Simon Petrus. Serahkan perahu hidup Anda kepada Tuhan Yesus, Tuhan Yesus yang tahu dimana tempat yang tepat Anda bisa menemukan yang Anda perlukan. “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Petrus 5:6,7).
(JET07012022)
Pokok Doa:
- Doakan persiapan pelayanan Ibadah Anak hari Sabtu tgl 8 Januari 2022;
- Doakan hikmat Tuhan bagi para tenaga medis yang terus berjuang menolong mereka yg terkena virus Covid;
- Doakan kesehatan bagi murid2x Kelas Indria dan Pratama , juga kiranya mereka semangat belajar Firman Tuhan . Setiap hari juga membaca Alkitab.
