“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
(Flp. 4:13)
Ayat tersebut bukanlah menjadi ayat yang bisa dipakai untuk menyombongkan diri dalam menghadapi segala perkara yang terjadi. Ayat itu selayaknya menjadi ayat yang menolong kita untuk percaya diri karena Tuhan Allah yang kita sembah, yang kita layani adalah Allah yang memberi kekuatan menghadapi segala perkara, kesesakan, dan semua hal yang terjadi yang berpotensi menggoyahkan hidup kita.
Ayat tersebut sebenarnya merupakan pernyataan penulis bahwa dirinya sendiri tidak mampu berbuat apa-apa, sulit menanggung segala perkara, tanpa Dia yang memberi kekuatan kepadanya. Itu sebabnya selayaknya tidak menjadi sombong dengan ayat itu. Kalau seseorang dapat menanggung kesesakan hidupnya, itu bukanlah kekuatan orang tersebut sendiri yang melakukannya, tetapi terlebih karena kekuatan dari Tuhan yang dianugerahkan kepadanya. Menyadari keterbatasan kekuatannya, maka ia datang kepada Tuhan Sang sumber kekuatan.
Sering terjadi sebelum seseorang berserah penuh kepada Tuhan, biasanya mereka berusaha terlebih dahulu untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya berdasarkan pendapat seseorang yang dikaguminya. Orang tersebut dianggapnya mampu menolongnya mengatasi masalah yang tertubi-tubi datang kepada orang percaya. Awas hati-hati, jangan sampai nanti menyesal telah meminta tolong orang lain. Orang-orang yang berharap kepada manusia akan dikecewakan pada saatnya nanti.
Belajarlah dari Paulus, ayat nats tersebut di atas diawali dengan ayat sebelumnya, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.? (Flp. 4: 12). Rupanya Paulus dapat menanggung segala perkara, karena Ia telah terbiasa mengalami kekurangan, Paulus telah membiasakan diri hidup dengan mencukupkan diri dalam segala kekurangan.
Dengan konsep pikir tersebut di atas, kita dapat mengetahui bahwa kita dapat menjadi orang yang rendah hati tetapi tidak rendah diri, dapat menjadi orang yang sabar dalam menanggung kesesakan bahkan mampu menanggung segala kesesakan karena pertolongan Tuhan. Selamat menjadi orang kuat dalam kuat kuasa Kristus. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI04012022)
Pokok Doa:
- Doakan persekutuan WBI dan PBI hari ini berjalan dengan baik dan memuliakan Tuhan Yesus;
- Doakan kondisi pandemic Covid 19 tetap terkendali dan pemerintah diberi hikmat mengatasi varian virus Omicron;
- Doakan kesehatan bayi-bayi dan balita yang ada di SM Kelas Asuhan gereja kita.
