“Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan aku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” (Mzm. 138: 7)
Setiap orang di dunia ini, tidak akan pernah lepas dari masalah atau kesesakan, dalam skala kecil, sedang atau besar. Jika tidak mau menghadapi persoalan, maka tempatnya bukan di dunia ini, tetapi di dunia yang lain, artinya jika sudah Tuhan panggil. Dalam menghadapi persoalan, sikap yang mungkin dilakukan adalah bertahan dalam kesesakan atau lari dari kesesakan itu. Pilihan yang sulit tetapi harus diambil untuk menunjukkan jati dirinya.
Dalam ayat nats hari ini, jelas Tuhan mengajarkan kepada kita agar kita bertahan dalam kesesakan karena Tuhan sendiri yang akan menunjukkan kasih-Nya kepada umat-Nya. Hal ini haruslah menjadi keyakinan kita setiap orang yang percaya kepada-Nya. Keyakinan ini didukung oleh beberapa janji Tuhan yang tertulis dalan firman-Nya berikut ini:
- 1 Korintus 10: 13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Ayat ini sungguh menunjukkan kasih Tuhan kepada umat-Nya, kekuatan yang diberikan kepada kita melebihi kekuatan pencobaan yang diijinkan terjadi dalam kehidupan umat-Nya. Jangan pernah menyerah, gunakan seluruh kekuatan yang diberikan Tuhan, pasti kita mampu bertahan dalam percobaan.
- Roma 8: 28, “Kita tahu sekarang, Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Ayat ini merupakan ayat yang mampu menyadarkan kita bahwa apa yang dilakukan Allah semuanya untuk kebaikan kita. Jadi apakah itu berkat yang Tuhan berikan atau pencobaan yang Tuhan ijinkan terjadi, semuanya hanya untuk kebaikan kita. Kita seharusnya dapat melihat dalam kesesakan Tuhan mengajarkan suatu kebaikan dalam diri kita.
Betapa baiknya Tuhan terhadap kita, betapa besar kasih-Nya kepada kita, kasih dan kebaikan Tuhan itu dinyatakan dengan memberi kekuatan dalam kesesakan dan merancangkan kebaikan-kebaikan di balik kesesakan yang terjadi. Jangan pernah lari dari kesesakan, hadapilah kesesakan dengan penuh keyakinan bahwa kita pasti mampu bertahan karena pertolongan-Nya. Tuhan memberkati.
(RI03012022)
Pokok Doa:
- Doakan keluarga besar Alm. Bpk L. Ginting yang berduka, diberikan penghiburan serta acara pemakaman hari Senin, 3 Januari 2022 dapat berlangsung lancar;
- Doakan hikmat bagi pemerintah dalam menolong masyarakat menghadapi dampak musim hujan dibidang pertanian;
- Doakan hikmat Tuhan Yesus bagi orangtua dan anak-anak kembali belajar di semester genap.
