“dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” (Titus 2:13)
Bila seseorang ditanya apa yang menjadi pengharapan hidup anda? Pasti kebanyakan orang akan menjawab lebih kepada pengharapan hal duniawi seperti ingin punya rumah mewah, mobil mewah, banyak uang, dan lain sebagainya. Dengan demikian mereka merasa bisa hidup berbahagia. Menantikan pengharapan berarti menunggu sesuatu yang akan datang. Banyak orang mengatakan bahwa menanti merupakan kegiatan yang sangat melelahkan dan menjemukan. Menanti merupakan salah satu aktivitas yang tidak menyenangkan dan sangat membosankan. Setelah penggenapan pengharapan yang diperoleh apa yang dilakukan? Kita sudah membaca bagaimana bangsa Israel menanti kedatangan juru selamat. Dalam penantian bangsa Israel ada yang tidak tekun sehingga banyak juga yang tidak taat akhirnya lari dari Allah. Mereka ingin menantikan seorang raja yang bisa membawa mereka bebas dari masalah hidup. Dan setelah penggenapan pengharapan terjadi ada dari mereka tidak mengakui Yesus yang datang kedunia ini sebagai Tuhan dan juru selamat. Kita bisa belajar dan meneladani kehidupan tokoh tokoh dari alkitab dan terutama dari kehidupan Yesus Kristus. Kasih karunia Allah sudah nyata dalam kehidupan kita.
Puji Tuhan. Karena kasih setia dan kasih karunia-Nya, Tuhan Yesus yang kita muliakan dan banggakan mengaruniakan kesempatan untuk merenungkan Firman-Nya pada hari ini. Kita bersyukur hidup dalam kasih Karunia Allah. Firman yang akan kita renungkan diambil dari Surat Titus 2:13 adalah “dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus”. Kasih Karunia Allah yang menyelamatkan seluruh manusia sudah nyata, Yesus mati dikayu salib untuk menghapus dosa dosa kita sebagai jalan dan kebenaran menuju Bapa di sorga.
Firman Tuhan mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan, kejahatan, dan segala keinginan duniawi yang membawa kita ke jurang kebinasaan kekal. Kita hidup bijaksana, adil, penuh hikmat yang dari Allah dan beribadah dengan penuh rasa takut akan Tuhan. Dia sudah membebaskan semua orang yang berkenan kepada-Nya. Berbahagialah kita yang menunggu penggenapan pengharapan dengan penuh sukacita dalam nama Nya, karena Dia sudah menyediakan bagi kita kasih karunia-Nya yang berkelimpahan. Berbahagialah kita yang dengan setia dan babagia menantikan penyataan kemuliaan-Nya, Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
(MS18122021)
Pokok Doa:
- Para guru sekolah minggu, dalam persiapan mengajar hari ini dan esok hari, dalam menyampaikan Firman Tuhan dan dalam melayani diberikan kesehatan dan hikmat Tuhan;
- Para anggota sekolah minggu, terus haus dan lapar akan Firman Tuhan, diberikan hikmat Tuhan dan menjadi pelaku Firman Tuhan;
- Doakan pelayanan pendeta, panitia musik dan upacara gereja serta petugas yang ditunjuk dalam menyiapkan ibadah hari minggu esok hari secara online, jaringan yang digunakan untuk zoom dan streaming tidak terganggu serta perusahaan-perusahaan dibidang layanan jaringan internet dapat bekerja secara maksimal;
- Doakan ibadah minggu yang akan diselenggarakan esok pagi dapat berjalan lancar, setiap petugas yang terlibat, diberkati dengan kesehatan yang prima sehingga melayani dengan kesungguhan hati.
